Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Juli 2012 1 komentar

Kita, Prasangka dan Mereka



Kita hidup di tengah-tengah khalayak
yang selalu berbaik sangka...

alangkah berbahayanya
terlalu percaya pada baik sangka mereka
membuat kita tak lagi jujur pada diri
atau menginsyafi, bahwa kita tak seindah prasangka itu

tapi keinsyafan membuat kadang berfikir
bersediakah mereka tetap jadi saudara
saat tahu siapa kita sebenarnya
kadang terasa, bersediakah dia tetap menjadi sahabat
saat tahu hati kita tak tulus, penuh noda dan karat
dan.. bersediakah dia tetap mendampingi kita dalam dekapan ukhuwah
ketika tahu bahwa iman kita berlubang-lubang

inilah beda kita dengan sang Nabi
dia dipercaya, karena dia dikenal
sebagai Al-'Amin, orang yang terpercaya 
sementara kita dipercaya, justru karena
mereka semua tidak mengenal kita

yang ada hanya baik sangka..

maka mari kita hargai dan jaga semua baik sangka itu
dengan berbuat sebaik-baiknya
atau sekurangnya dengan doa yang diajarkan Abu Bakar
lelaki yang penuh baik sangka terhadap diri dan sesamanya

"Ya Allah, jadikan aku lebih baik daripada semua yang mereka sangka
dan ampuni aku atas aib-aib yang tak mereka tahu.."
atau doa seorang tabi'in yang mulia;
"Ya Allah jadikan aku dalam pandanganku sendiri
sebagai seburuk-buruk makhluk
dalam pandangan manusia sebagai yang tengah-tengah
dan dalam pandangan-Mu sebagai yang paling mulia."




Salim A. Fillah -Dalam Dekapan Ukhuwah- 




Selasa, 16 Agustus 2011 1 komentar

Senandung Kenari

Senandung Kenari -

 051110

Sang Kenari menunduk malu
Bermanja sejenak pada aroma mentari
Melangkah kecil sambil bersiul
Berharap hari selamanya tak berganti

Riuh rendah suara kenari
Berdendang bersama menyambut pagi
Pada ranting cemara mereka berkumpul
Menyanyikan sebuah sajak yang tak mereka mengerti

......070611

Satu per satu kenari pergi.. 
Menjemput asa mengejar matahari  
Menjemput padang hijau nan luas  
Membentangkan sayap memandang alam bebas

Disana ada pipit bersenandung 
Juga merpati bercanda gurau 
Lalu apa kabar kenari ?
Masihkah ingat ranting yang dulu disinggahi..

Meski tak ada sajak yang terlalu sempurna
Hanya harapan kelak kenari berkumpul kembali 
Bersenandung seperti dulu
Pada ranting yang lebih kokoh..
Atau dahan yang lebih tinggi..

Kemudian hari ini..
Sang kenari termenung 
Dalam diam ia bersenandung..
Mengingat sajak tempo hari
Yang kini baru ia mengerti...



_.._.._
ana uhibbuki fillah ukh..
ini kayaknya puisi yang lama prosesnya.. 7 bulan baru kelar, smg bs dimengerti artinya. :)
 
;