Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 29 Desember 2018 1 komentar

Here I Come, Tokyo



Melarikan Diri

Kebiasaan sejak masih sekolah dulu adalah membuat bucket list.
Menjelang kuliah juga sama. Tapi setelah koas, bucket list tergantikan dengan requirement list.. wkwk. Kadang rutinitas koas benar-benar membawa penat. Seringkali berpikir untuk sedikit “melarikan diri” dari sini..

Hari itu semester baru setelah Ramadhan, beberapa forum chat online hampir bersamaan menampilkan informasi tentang pertukaran mahasiswa antar negara, ada sejenis short camp untuk mahasiswa kesehatan, ada juga tentang pertukaran kebudayaan. Entahlah rasanya ini seperti jalan yang ditunjukkan untuk melarikan diri..  Dan ternyata dalam bucket list tempo dulu, di no 64 tertulis “Keluar negeri dengan mengikuti event tingkat nasional / internasional”. Okelah Bismillah demi mencoret list satu ini..

 


Muslimah bepergian keluar negeri?

Dulu sempat secara serius cari info tentang pertukaran pelajar. Tapi mentok pada peraturan seleksi yang harus karantina, atau harus pakai busana tertentu, atau harus menarikan tarian daerah. Yang sangat “nggak gue banget”.. lebih tepatnya nggak bisa hehe. 
Kemudian kendala selanjutnya adalah masalah mahram saat bepergian jauh, mencari makanan yang halal, juga interaksi antar non mahram yang menjadi pertimbangan berat.

Soal mahram bagi muslimah saat bepergian jauh saya pernah baca sebuah ulasan tentang hal ini.
Ada beberapa pendapat memang, tapi Imam Malik menyatakan bahwa mahram bisa diganti dengan rombongan wanita yang bisa dipercaya selama perjalanan aman.
“Adapun yang disebut oleh sebagian ulama dari teman-teman kami, itu dalam keadaan sendiri dan jumlah yang sedikit. Adapun dalam keadaan jumlah rombongan sangat banyak, sedang jalan – yang dilewati – adalah jalan umum yang ramai dan aman, maka bagi saya keadaan tersebut seperti keadaan dalam kota yang banyak pasar-pasarnya dan para pedagang yang berjualan, maka seperti ini dianggap aman bagi wanita yang bepergian tanpa mahram dan tanpa teman wanita. “ (al-Muntaqa : 3/17)1

Kemudian karena program yang saya ikuti ini merupakan Islamic cultural exchange maka untuk urusan makanan halal, menjaga waktu shalat, dan hal-hal syariah lain InsyaAllah terjaga. Akhirnya program yang menurut saya cukup mengcover jalan keluar dari kendala tadi salah satunya adalah IFSEE (Islamic Fellowship for Student Exchange and Empowerment) (silakan cek sendiri websitenya jika butuh informasi lebih lanjut2 J). Program kali ini adalah belajar di Tokyo selama 1 minggu.

Proses Seleksinya?

Ada 3 tahap seleksi. Administrasi, essay, dan video kreatif. Semua prosesnya dalam bahasa Inggris. Singkat cerita akhirnya tahap demi tahap saya lakukan, promosi pendaftaran juga saya share ke grup online. Tapi tidak banyak yang tau kalau saya ikut seleksi, kecuali satu teman baiq ini, yang ngebantu shoot video (arigatou gozaimasu sudah mau direpotkan J ). Bahkan keluarga pun baru tau ketika sudah pengumuman lolos.. Satu lagi kendalanya adalah tahap seleksi yang selalu berbarengan dengan ujian bagian koas L

Nothing to Lose

Setelah semua tahap dilalui, sisanya biar Allah yang menentukan sambil berdoa semoga perjalanan ke Jepang menjadi salah satu rezeki saya tahun ini. Alhamdulillah Allah mengabulkannya dengan cara-Nya.
Lolos tahap seleksi bukan serta merta finalnya. Karena, agenda diselenggarakan tanggal 16-20 September dan saya menerima pengumuman tanggal 28 Agustus. Sebagai peserta yang lolos di chapter terakhir, dan sendirian pula, semuanya harus dipersiapkan sendiri dalam waktu yang mepet termasuk paspor dan visa yang menjadi tanggungjawab peserta. 

Kenekatan yang sempat terjadi waktu itu adalah saat harus membuat e-passport di Jakarta Utara, lalu mengurus visa waiver Jepang yang memakan waktu yang tidak singkat, dan dana yang lumayan. Tapi yah setidaknya berusaha dulu sampai batas limitnya, kalau Allah belum mengizinkan berangkat mungkin ada hikmah dibaliknya.. Selanjutnya tinggal tawakkal saja..  Komunikasi masih terus lanjut dengan peserta lain juga panitia penyelenggara.. 
H-3 keberangkatan akhirnya semua baru fiks. Total ada 10 delegasi final yang akan berangkat. Alhamdulillah..

Karena bumi Allah ini luas, berjalanlah diatasnya seluas ia dihamparkan. Akan banyak yang bisa dipelajari, diluar dari tempurung yang selama ini kita diami.

Kemudian dengan mengharapkan semoga Allah meridhoi perjalanan ini, akhirnya Tokyo here I come..













1. https://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/bolehkah-wanita-bepergian-tanpa-muhrim-dan-apa-batasannya-menurut-islam.htm#.XCd5BtIzZ0s

2. https://ifsee.org/
Minggu, 29 Juni 2014 0 komentar

Tips Sukses Ramadhan




Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah.. Allah masih berkenan membiarkan nafas ini sampai pada Ramadhan tahun ini. Ada hal-hal yang berubah, ada juga yang tetap pada tempatnya, semoga tidak mengurangi semangatnya.

Bagi ummat muslim tentunya ini bulan yang spesial, begitu banyak persiapan yang dilakukan, misalnya menyetok makanan untuk persediaan karena harga pasti bakal naik, membuat list menu berbuka, memesan tiket jauh-jauh hari untuk mudik, sampai memilih-milih baju lebaran selagi diskon di online shop. Itu semua boleh boleh saja, asalkan sewajarnya dan jangan sampai lupa dengan esensi Ramadhan itu sendiri.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagimu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan pada orang-orang sebelum kamu. Supaya kamu bertakwa” (Al -Baqarah:183)

Ramadhan adalah bulan suci tempatnya kita mendulang pahala, dan di akhir surah diatas dikabarkan secara tersurat bahwa tujuan Ramadhan adalah supaya taqwa hadir dalam diri kita.. maka selayaknya juga persiapan Ramadhan kita termasuk persiapan untuk meningkatkan taqwa, agar sukses Ramadhan kita kali ini. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencapainya, antara lain..


1. Berdoa dengan sepenuh hati dan berbahagia menyambut Ramadhan. Rasulullah sering berdoa dan sudah tidak asing di telinga kita.  
“ Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.” (HR. Ahmad dan Tabrani)

2. Berniat untuk memperbaiki diri di bulan Ramadhan. Dan niat ini terus dijaga bahkan saat menjalani ibadah di bulan Ramadhan

3. Warming up mulai dari jauh-jauh hari
Seperti halnya seorang atlet, untuk menghindari cedera dan gagal sebelum olimpiade perlu adanya pemanasan. Sama halnya dengan Ramadhan. Fisik, kesehatan, mental dan tidak lupa ibadah mesti dipersiapkan.
Untuk melaksanakan target tarawih setiap hari misalnya.. biasakan qiyamulail di bulan rajab atau syaban yang biasanya 2x seminggu menjadi 4x atau lebih.

Sebagai persiapan menyambut Ramadhan, Rasulullah memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. ‘Aisyah radhiallahu ‘anhu berkata,
وَلَمْ أَرَهُ صَائِمًا مِنْ شَهْرٍ قَطُّ أَكْثَرَ مِنْ صِيَامِهِ مِنْ شَعْبَانَ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً
“Saya sama sekali belum pernah melihat rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dalam satu bulan sebanyak puasa yang beliau lakukan di bulan Sya’ban, di dalamnya beliau berpuasa sebulan penuh.” Dalam riwayat lain, “Beliau berpuasa di bulan Sya’ban, kecuali sedikit hari.” 
 (HR. Muslim)

4. Bagi yang belum sempat membuat persiapan, jangan patah semangat lalu meninggalkan semua ibadah dengan alasan tidak siap. Tetapkan niat di hati dan berdoa, laksanakan sembari mendekatkan diri pada orang-orang shalih.

5. Buat target Ramadhan. Buat list target amal yaumiy atau target lain untuk meningkatkan ibadah kita. Sebagai referensi misalnya, buat target khatam + tadabbur Al-Quran, tarawih, tahajjud, dhuha, sedekah, member takjil bagi orang yang kurang mampu, menambah hafalan surah, membaca buku tertentu, dll.

6. Tulis target Ramadhan tersebut dan tempel di kamar. Sebagai reminder dan berfungsi juga untuk meningkatkan semangat Ramadhan J. Bila perlu tulis target kegiatan per hari mulai dari tanggal 1-30 Ramadhan. Dan beri tanda setiap selesai satu target.

7. Menjaga konsistensi. Lawan rasa malas dengan variasi kegiatan yang bermanfaat, dengarkan nasihat dan saling memberi nasihat. Menjaga target 1x khatam misalnya, dibuat sederhana dengan hitung-hitungan.. 1 juzz = 10 lembar. Maka untuk khatam 1x ada 300 lembar, dibagi dengan jumlah hari di bulan Ramadhan (untuk perempuan bisa dikurangi dengan waktu halangannya, misal 8 hari ), jadi 300 lembar/22 hari = 14 lembar/hari -> jika membaca tiap selesai shalat wajib + dhuha + ketika menunggu waktu berbuka 14/7 = 2 lembar… 1 lembar umumnya selesai dalam 5 menit, maka tinggal luangkan waktu 10 menit tiap waktu-waktu tersebut.. simple kan, tapi jangan lupa tadabburi juga isinya dan perbaiki bacaan Al Quran J

8. Hindari kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat, misal banyak menonton tv, film , musik, novel, terlalu banyak tidur juga tidak baik. Untuk refreshing bisa dengan memasak makanan kesukaan untuk menu takjil, dan jangan lupa dibagi ke tetangga.. sekalian juga bisa mempererat silaturrahim.

9. Jangan berlebihan ketika berbuka. Banyak orang menganggap puasa adalah “the real Hunger Games”.. berlapar-lapar dahulu, makan-makan kemudian. Percaya atau tidak hal ini sangat besar pengaruhnya, terlalu banyak makan ketika berbuka bisa membuat kantuk setelah maghrib, kemudian Isya dan tarawih jadi berat, target baca Al Quran jadi molor, bangun sahur juga susah, mengejar bacaan Quran besoknya sudah jenuh.. biasanya ini awal mula petaka target khatam tidak selesai.

10. Hadiri kajian Ilmu, bisa meningkatkan pemahaman dan menjaga semangat karena biasanya bertemu dengan orang-orang yang juga semangat dalam melaksanakan Ramadhan.

11. Muhasabah diri, dan bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat. Sehingga selepas Ramadhan kita akan menjadi pribadi yang lebih baik dan bersih, itulah makna Idul Fitri sebenarnya, kembali fitrah, suci. Dan tentunya yang seperti itulah yang disebut orang-orang yang menang.

Semoga kita bisa menggapai keberkahan di tiap detik Ramadhan kali ini. Aamiin..
Wallahu a’lam Bishawab.






Senin, 24 Februari 2014 0 komentar

Sajak Rame Rame

Tahu kenapa hujan itu menyenangkan?
Karena turunnya rame2
Pasti garing kalau hujan itu turunnya hanya satu tetes
Lantas satu tetes lagi, dan seterusnya.

Kalian tahu kenapa nasi itu lezat dan mengenyangkan?
Karena dihidangkan rame2
Pasti bengong kalau hanya satu butir saja di atas piring.
Ini mau makan apa?

Kalian tahu gigi itu berguna?
Karena rame2 berbaris rapi
Pasti ompong nyebutnya kalau cuma satu.
Tidak bisa buat mengunyah. Cuma bisa buat tersenyum melihatnya.

Sungguh,
Di dunia ini sesuatu yang positif selalu spesial saat rame2 dilakukan
Shalat jamaah, rame2 tentu lebih afdol
Tilawah rame2 tentu lebih istiqomah
Gotong royong, rame2 tentu lebih oke
Belajar, rame2 saling bantu lebih banyak yang dipelajari
Bekerja, rame2 saling tolong lebih cepat selesai.

Itulah gunanya teman2 terbaik
Teman2 yang saling menasehati dan mengingatkan
Rame2 menjadi selalu lebih seru.

Kalian tahu kenapa keyboard laptop atau HP harus lengkap?
Karena hilang satu saja, rasanya tidak utuh lagi.
Begitulah pertemanan yang baik
Hilang satu, terasa kosong semuanya.
Rame2 selalu lebih menyenangkan.

:))

-repost


Posted via Blogaway
Rabu, 01 Januari 2014 0 komentar

Tahun baru Masehi, tahun baru siapa

Kembang api, terompet, sate, jagung bakar, semuanya identik dengan .. Perayaan tahun baru !!

Namun hanya sekedar mengingatkan, sebenarnya perayaan tersebut esensi nya apa dan bagaimana sejarahnya..
Ok simak baik-baik yg satu ini ;)

Sejarah Tahun Baru Masehi
Tahun Baru pertama kali dirayakan pada
tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah
Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar
Roma, ia memutuskan untuk mengganti
penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad 7 SM. Dalam
mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang
menyarankan agar penanggalan baru itu
dibuat dengan mengikuti revolusi
matahari, sebagaimana yang dilakukan
orang-orang Mesir.

Satu tahun dalam penanggalan baru itu
dihitung sebanyak 365 seperempat hari
dan Caesar menambahkan 67 hari pada
tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga
memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa
menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini.
Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

Perayaan Tahun Baru
Saat ini, tahun baru 1 Januari telah dijadikan sebagai salah satu hari suci
umat Kristen. Namun kenyataannya,
tahun baru sudah lama menjadi tradisi
sekuler yang menjadikannya sebagai hari
libur umum nasional untuk semua warga
Dunia.

Pada mulanya perayaan ini dirayakan baik
oleh orang Yahudi yang dihitung sejak
bulan baru pada akhir September.
Selanjutnya menurut kalender Julianus,
tahun Romawi dimulai pada bulan Januari. Paus Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia
merayakannya pada tanggal tersebut.

Perayaan Tahun Baru Zaman Dulu
Seperti kita ketahu, tradisi perayaan
tahun baru di beberapa negara terkait
dengan ritual keagamaan atau kepercayaan mereka—yang tentu saja
sangat bertentangan dengan Islam.
Contohnya di Brazil. Pada tengah malam
setiap tanggal 1 Januari, orang-orang
Brazil berbondong-bondong menuju pantai dengan pakaian putih bersih. Mereka menaburkan bunga di laut, mengubur mangga, pepaya dan semangka di pasir pantai sebagai tanda penghormatan terhadap sang dewa Lemanja—Dewa laut yang terkenal dalam legenda negara Brazil.

Seperti halnya di Brazil, orang Romawi
kuno pun saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci untuk
merayakan pergantian tahun. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan.

Menurut sejarah, bulan Januari diambil
dari nama dewa bermuka dua ini (satu
muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang).
Sedangkan menurut kepercayaan orang
Jerman, jika mereka makan sisa hidangan pesta perayaan New Year's Eve di tanggal 1 Januari, mereka percaya tidak akan kekurangan pangan selama setahun penuh. Bagi orang kristen yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa, tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi.

Kebanyakan perayaan dilakukan malam
sebelum tahun baru, pada tanggal 31
Desember, di mana orang-orang pergi ke
pesta atau menonton program televisi
dari Times Square di jantung kota New
York, di mana banyak orang berkumpul.
Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan dan orang-orang menerikkan "Selamat Tahun Baru" dan menyanyikan Auld Lang Syne.Di negara-negara lain, termasuk Indonesia? Sama saja

Bagi kita, orang Islam, merayakan tahun
baru Masehi, tentu saja akan semakin
ikut andil dalam menghapus jejak-jejak
sejarah Islam yang hebat. Sementara
beberapa bulan yang lalu, kita semua
sudah melewati tahun baru Muharram,
dengan sepi tanpa gemuruh apapun. (sa/
berbagaisumber)

knp tahun baru Hijriah tdk semeriah
tahun baru Masehi ??
Padahal tahun baru Hijriah merupakan momen yang sangat penting dalam sejarah Islam, yakni dimulainya peristiwa hijrah Rasulullah ke madinah.

Kebanyakan kita hanya ikut-ikutan saja dalam menyikapi berbagai hal. Selain masalah dalam asal-muasal perayaan tahun baru, yang jadi masalah juga konten perayaannya sendiri. Umumnya ya diisi dengan hura-hura, bahkan jadi ajang kumpul2 remaja laki-laki dan perempuan yang bercampur baur...

Semoga Allah SWT melindungi kita dari khilaf dan salah..
Wallahu a'lam bishawab.

http://eramuslim.com/berita/tahukah-
anda/tahun-baru-masehi-sejarah-kelam-
penghapusan-islam.htm

Minggu, 10 November 2013 0 komentar

C of Life




Life isn’t just about B to D (birth to die), but between them there is “C”..
What is C? 
C for choice, challenge, chance, & change.
We have to make a choice, to win the challenge, and get the chance, or we never change.

quote from "lingkaran"
:)
Sabtu, 20 Juli 2013 0 komentar

Susah Bacanya Mbak..

Mungkin keypad/keyboard nya jebol.. jadi huruf yang keluar beda sama yang diketik. Atau ada kucing lewat diatas keyboardnya terus kepencet huruf-huruf yang acak, atau mungkin tiba-tiba ada medan magnet yang super kuat kemudian membelokkan signal data dari gadgetnya ke satelit, sehingga pas ditampilin ke layar lagi jadi buyar tulisannya.. haha (mencoba positivethinking)


Sebenarnya ini masalah lama, fenomena ke-alay-an tulisan ini udah lama merajalela, tapi tetep saja agak gerah liatnya.
misalnya nickname ini ***ol’ntuellasiizchenol xLadieszstupiedz*, (maaf mb mas, jgn terlalu dipaksa bacanya :p), atau sms yang kata “nya" diganti “x" tapi its okay lah mungkin untuk penghematan, secara sekarang kan BBM naik :| Atau nambah2in huruf “ss zs ch llzz" di akhir kata.

Tapi yang paling parah itu kalau kalimat sms misalnya, Assalamu’alaikum jadi “cmeqom", “meqoom" (kalau assw mungkin masih lumrah, krn tidak bermakna ganda wr. wb. juga biasa disingkat, kalau ada kekeliruan tlg diperbaiki).. tapi cmeqom itu tidak ada arti dan terkesan mempermainkan.. ada lagi “assalamualaipiu (red: assalamu- I luv U)" nah lo -___-"
kalimat doa seperti itu jangan sekali-kali dipermainkan..

Sebaiknya kita terhindar dari menzhalimi diri sendiri (capek nulisnya) & menzhalimi org lain (yg baca :p) serta terhindar dari penghinaan2 terhadap kalimat yang baik dan doa seperti itu. aamiin
:)
Rabu, 10 April 2013 0 komentar

Mati Lampu dan Dongeng

Yang bener mati lampu atau mati listrik ya?
Soalnya yang mati sebenarnya bukan cuma lampu..

Dirumah kena pemadaman bergilir lagi, tapi kali ini lumayan lama -_-

Kalau gelap gini, jadi inget waktu masih kecil dulu, kalau mati listrik berarti waktunya untuk dongeng :)
Suka diceritain tentang kancil, pak pandir, burung pungguk, yah semacam fabel, kadang juga legenda rakyat ..
Kangen dengan suasana itu..

Ditemani lilin kadang juga lampu minyak, kami kakak beradik duduk manis di lantai dengan seksama dengerin cerita.

Penerangannya remang-remang, sampai-sampai muka orang yang disebelah gak keliatan jelas, untung gak ada yang nambah pas lampu hidup. Heheh

Karena cuma sebatas cerita, kami pun bebas memvisualisasikan nya dalam imajinasi masing-masing..

Salah satu yang masih saya ingat sampai sekarang adalah kisah tentang “Seorang Anak yang Polos” (lupa judul aslinya) :p
Kita namai saja anak ini dengan Bedul
Ini ceritanya lucu


Alkisah ada seorang anak laki laki yang lugu + polos, tapi penurut. Hampir setiap hari Ia berkunjung ke rumah bibi nya untuk sekedar main.
Karena rumah bibinya tidak terlalu jauh, ia tempuh dengan berjalan kaki.

Suatu hari sepulang dari berkunjung ia diberi oleh-oleh berupa susu murni dalam sebuah kendi, karena berat & tidak tahu bagaimana cara membawanya, Bedul menarik kendi tersebut diatas tanah, jadilah susu itu tumpah-tumpah karena jalanan yang berbatu.

Sampai dirumah Ibunya jelas marah, tapi karena anaknya bilang tidak tau cara membawanya, kemudian ibunya cuma berpesan

“Bedul, lain kali kalo dikasih lagi oleh bibi dibawa sambil dipikul di atas kepala“..

Keesokan harinya benar, Bedul diberi oleh2 lagi, tapi kali ini bukan susu melainkan mentega.. Karena ingat pesan ibunya, Ia bawalah mentega itu diatas kepala.

Cuaca siang itu sangat terik, alhasil mentega itu pun meleleh tak bersisa ketika bedul sampai rumah.

Dirumah, ibunya cuma bisa menghela nafas dan berpesan lagi

“Dul, lain kali kalo dikasih lagi, disimpan dalam air saja, supaya tidak meleleh.. “

Hari berikutnya bedul juga diberi oleh-oleh lagi.. Dan kali ini.. Oleh-oleh nya bukan makanan, tapi kucing cantik untuk peliharaan bedul dirumah.
Seketika, bedul ingat pesan Ibunya yaitu “simpan dalam air!..” -.-
Karena Bedul ini penurut, Bedul langsung mengambil waskom dan menyelupkan kucing itu dalam air sambil membawanya pulang.

Sampai dirumah wajah dan tangan bedul sudah penuh dengan cakaran kucing dan kucingnya lari entah kemana..

Ibunya kembali mengelus dada,

“Aduh Dul, kamu ini gimana, kalo dikasih yang begituan ya diiket aja, terus kamu ajak jalan bawa pulang..”

Bedul cuma ngangguk2 kayak mainan anak anjing yang di mobil2 itu :p

Eh bener, besoknya bedul dikasih oleh-oleh lagi (ini bibi nya baik banget ya..)
Dan kali ini dia dikasih makanan, yaitu tahu mentah untuk diolah..
Bisa nebak hasil akhirnya?
Tahu itu belepotan di jalanan karena diikat dan diseret oleh Bedul..

Duuh bedul, bedul...

Akhirnya sang ibu frustasi, dan tidak membolehkan bedul untuk berkunjung lagi kerumah bibinya. Bedul pun tinggal bersama ibunya dan hidup bahagia selamanya..


-The end-


Hehe. Akhir kisahnya rada maksa.

But over all, hikmah dari kisah ini adalah kita memang dituntut untuk tau peraturan dan patuh. Tapi tidak juga dimakan mentah-mentah, lihat dulu situasi dan maksud dari tujuan itu biar gak salah aplikasi.. Dan ingat malu bertanya sesat di jalan.

Kalaupun ada saat-saat dimana mengharuskan kita untuk ‘sekedar’ taat ya kita lihat keputusannya berasal dari siapa, dan kita harus siap.

Kisah ini udah bertahun-tahun lalu diceritakan, tapi baru sekarang ngertinya..

Thanks for the story dad.. ^^
Jumat, 29 Maret 2013 0 komentar

Surat Cinta untuk Ukhti



Ukhti...

Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju
ridho Tuhanmu, mungkinkah besarnya kerudungmu hanya digunakan sebagai fashion
atau gaya jaman sekarang, atau mungkin kerudung besarmu hanya di jadikan alat
perangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang diidamkan.., bahkan bisa jadi
kerudung besarmu hanya akan dijadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa
mendapat gelar akhwat dan dikagumi oleh banyak ikhwan.


Ukhti....

Tertutupnya tubuhmu tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu
bahkan diri antum sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu,
teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan
buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa disadari melalui
ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan
aib teman dekatmu melalui lisan manismu.


Ukhti....

Lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih daripada itu, tapi
akankah kelembutan suara antum sama dengan lembutnya kasihmu pada saudaramu,
pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang
menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu.


Ukhti....

Lembutnya parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju
yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat segerombolan anak-anak
palestina terlihat gigih berjuang dengan berani menaruhkan jiwa dan raga bahkan
nyawa sekalipun dengan tetes darah terakhir, akankah selembut itu hatimu
ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan
orang lain.


Ukhti...

Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah
malam-malammu dilewati dengan rasa rindu menuju Tuhanmu dengan bangun ditengah
malam dan ditemani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud
mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan
terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu diselimuti
dengan tebalnya selimut setan dan di nina-bobokan dengan mimpi-mimpi jorokmu
bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.


Ukhti....

Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa mencerdaskan sesama saudaramu dan
keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya
seperti yang antum dapatkan, ataukah antum tidak peduli sama sekali akan
kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu
saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu
maksiat....!!!


Ukhti....

Cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu
bahkan diri antum sendiri, pernahkah antum menyadari bahwa kecantikan yang antum punya hanya titipan ketika muda, apakah setelah tujuh puluh tahun kedepan antum masih terlihat cantik, jangan-jangan kecantikanmu hanya dijadikan perangkap jahat supaya bisa menaklukan hati ikhwan dengan senyuman-senyuman busukmu.


Ukhti....

Tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan
semangatmu untuk berani menundukkan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang
akan antum hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu
pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu.


Ukhti....

Tajamnya tatapanmu yang menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengan
tajamnya kepekaan dirimu terhadap warga sesamamu yang tertindas di Palestina,
pernahkah antum menangis ketika mujahid-mujahidah kevil tertembak mati, atau
dengan cuek bebek membiarkan begitu saja, pernahkah antum merasakan bagaimana
rasanya berjihad yang dilakukan oleh para mujahid-mujahidah teladan.


Ukhti....

Lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati
saudaramu yang senang bermaksiat, coba antum perhatikan dunia sekelilingmu
masih banyak teman,saudara bahkan keluarga antum sendiri belum merasakan
manisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang antum rasakan, bisa
jadi salah satu dari keluargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi dan
berperilaku binatang yang tak karuan, sanggupkah antum menggetarkan hati-hati
mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa
lezatnya hidup dalam kemuliaan islam.


Ukhti....

Tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang Kholikmu, antum
adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua
penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu
dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan
terobrak-abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul dijaga olehmu,
banyak cara yang harus antum lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling
kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba....??!!


Ukhti....

Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu
bahkan keluargamu sendiri, masihkah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit
yang merugikan seperti riya dan sombong, pernahkah antum membanggakan diri
ketika kesuksesan dakwah telah diraih dan merasa diri paling waaah, merasa diri
paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas diatas rata-rata akhwat yang
lain, sesombong itukah hatimu, lalu dimanakah beningnya hatimu, dan putihnya
cintamu.


Ukhti....

Rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infaqmu ke mesjid atau mushola,
sadarkah antum kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terlihat kosong dan
mengkhawatirkan, tidakkah antum memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun
infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang antum masukan,
maukah antum diberi rizqi sepelit itu.


Ukhti....

Rutinnya halaqahmu tidak menjamin serutin puasa sunah senin-kamis yang antum
laksanakan, kejujuran hati tidak bisa dibohongi, kadang semangat fisik begitu
bergelora untuk dilaksankan tapi, semangat ruhani tanpa disadari turun drastis,
puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin-kamis yang dirasakan
terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati antum, makanan fisik yang
antum pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah
memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi.


Ukhti....

Manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang
sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang antum
lewati, sikap ramahmu pada orang antum temui sangat jarang terlihat, bahkan
selalu dan selalu terlihat cuek dan menyebalkan, kalau itu kenyataanya
bagaimana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang memerlukan
banyak kader, ingat!!! Dakwah tidak memerlukan antum tapi... antumlah yang
memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah.


Ukhti....

Rajinnya shalat malammu tidak menjamin keistiqomahan seperti Rasulullah SAW
sebagai panutanmu.


Ukhti....

Ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang Kholikmu,
masihkah antum senang bermanjaan dengan Tuhanmu dengan shalat dhuhamu, shalat
malammu?


Ukhti....

Dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah nama
harummu disia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah antum ketika sang mujahid
akan segara menghampirimu.


Ukhti....

Masih ingatkah antum terhadap pepatah yang masih terngiang sampai saat ini
bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang
syuhada akan menjemputmu dipelaminan hijaumu.


Ukhti....

Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga
Rabbmu. Maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi
berbanggalah
ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup
sehari-harimu.


Ukhti....

Muhasabah yang antum lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung
kejelekan dan kebusukan kelakuan antum yang dilakukan siang hari, atau bahkan
kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan
sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus dilakukan sebelum tidur, antum
tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah sampai
kapan akhlak busuk mu dilupakan, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai
moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat baik yang hanya akan mendapatkan
ikhwah yang baik.


Ukhti....

Pernahkah antum bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah
yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yang
antum pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang
solehah dan seorang mujahidah, kenapa tidak dari sekarang antum mempersiapkan
diri menjadi seorang mujahidah yang solehah.


Ukhti....

Apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri antum,
seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang
tidak karuan dan hanya akan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa bantu
orang tua, kapan akan menjadi anak yang biruwalidain, kalau memang itu terjadi,
jadi sampai kapan, mulai kapan antum akan mendapat gelar mujahidah atau akhwat
solehah.


Ukhti....

Apakah pandanganmu sudah terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihat
seorang ikhwan dan terlepas dari itu matamu kembali jelalatan layaknya mata
harimau mencari mangsa, atau tundukan pandanganmu hanya menjadi alasan belaka
karena merasa berkerudung besar.


Ukhti....

Hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah
antum menjaga izzah yang antum punya, atau sebaliknya antum bersikap acuh tak
acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang
lain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi disamaratakan antara akhwat
yang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo antum sendiri membuat kebobrokan
akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain.


Ukhti....

Dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan
brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua
orang menginginkan istri yang solehah, siapkah antum sekarang menjadi istri
solehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang.



reblog dari seorang teman yang selalu mengingatkan...


Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian
 itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]


Selasa, 17 Juli 2012 0 komentar

Rihlah - Tafakkur Alam



Rihlah
Bertafakkur alam..


Sudah lama gk ngepost, maklum sibuk kuliah (alasan klasik banget). Dan sekarang baru bisa rehat sejenak dari kegiatan di dunia nyata.. :p


Beberapa hari kemarin, akhirnya diberi kesempatan oleh Allah untuk sedikit berwisata ke daerah pagaralam, masih di wilayah sumatera selatan. Sebagai gambaran, kota pagaralam itu letaknya di dekat gunung Dempo, dengan hamparan kebun teh yang hampir mirip dengan kawasan Puncak, Bogor.


Kesana bukan untuk sepenuhnya liburan, tapi ini adalah rangkaian kegiatan Rihlah (Wisata Ruhiyah) SMA Negeri 6 Palembang. Alumni kebagian tugas menjadi panitia dan pesertanya adalah siswa SMA 6.


"Membangun mentalitas dan ruhiyah yang berkarakter Islami melalui tafakkur alam" - itu adalah tema yang diangkat untuk rihlah tahun ini..

Cukup menarik dan sedikit menggelitik. kata-katanya cukup berat ^^. Tafakkur alam, dilihat dari segi bahasanya berarti berfikir tentang alam, merenungi alam...
memangnya ada apa dengan alam?



Lepas dari kepadatan kota dan hiruk pikuk orang yang sibuk dengan urusan pribadinya. Kembali pada alam adalah pilihan yang tepat untuk menyadarkan, bahwa diri ini sungguh teramat kecil dibandingkan semua kekuasaan dan kebesaran Allah. Melihat alam yang diciptakan dengan begitu seimbang dan sempurna, mengembalikan kewarasan kita bahwa sejatinya kita adalah makhluk yang menghamba penuh kepada-Nya, pemilik apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi :)


Gunung Dempo

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan (alam) ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
(Ali Imran, QS. 3:190-191)

w
kebun teh PTPN7

churup mangkok





hutan bambu

Bambu, selalu tumbuh rindang berkumpul.. bersatu seperti simpul, mengingatkan kita pada barisan yang tersusun dengan rapi, barisan yang bershaf-shaf yang kokoh seperti bangunan, barisan yang disukai Allah untuk berjuang di jalan-Nya.





jalan terjal mendaki..
.. but look!, what we've got :)


Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
(Al-Baqarah, QS. 2:164)



Segera setelah bertafakkur dengan alam, semoga kita dijadikan oleh-Nya -Dzat yang mencipatakan segenap jagad raya ini- menjadi insan yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat dan memiliki pikiran yang tajam dan peka atas semua persoalan yang akan kita hadapi. aamiin


"Allah mengganti malam dengan siang. Sungguh pada yang demikian itu pasti terdapat  pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (yang tajam)" An-Nur:44




 
;