Tampilkan postingan dengan label gigi :). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gigi :). Tampilkan semua postingan
Minggu, 08 April 2012 0 komentar

Efek Samping Obat Kumur


Telah berkembang berbagai jenis obat kumur di Indonesia. Kebanyakan obat kumur yang berada di pasaran bertindak sebagai antiseptic, atau secara mudahnya disebut sebagai pembunuh kuman.
Sebagian besar obat kumur ini mengandung lebih dari satu bahan aktif. Beberapa bahan-bahan aktif beserta fungsinya secara umum dapat dijumpai dalam obat kumur, antara lain :

a) Bahan antibakteri dan antijamur, contoh: hexylresorcinol, chlorhexidine, thymol,
b) Bahan oksigenasi, secara aktif menyerang bakteri anaerob
c) Astringents (zat penciut), menyebabkan pembuluh darah lokal berkontraksi dengan demikian dapat mengurangi bengkak pada jaringan, contoh: alkohol, seng klorida, dll
g) deterjen, mengurangi tegangan permukaan dengan demikian menyebabkan bahan-bahan yang terkandung menjadi lebih larut, dan juga dapat menghancurkan dinding sel bakteri yang menyebabkan bakteri lisis.
d) bahan tambahan lain seperti Anodynes, buffer, dan deodorizing agents.

Bagaimana cara yang baik memakai obat kumur? 
Beberapa obat kumur sebaiknya digunakan setelah menyikat gigi. Oleh karena bila dipergunakan sebelum menyikat gigi, sikat gigi akan menghilangkan bahan yang terkandung didalam obat kumur.
Kumur kumurlah selama lebih kurang 30 detik, kemudian muntahkan, jangan ditelan !!!!
Biasanya dokter gigi menganjurkan penggunaan obat kumur yang mengandung fluoride sesering mungkin, tetapi sebaliknya obat kumur yangmengandung bahan aktif seperti antiseptik sebaiknya tidak dipergunakan terlalu sering bila tidak terdapat kelainan yang serius yang terdapat didalam rongga mulut.


Efek samping obat kumur dan hal hal yang perlu untuk diperhatikan :
Pada umumnya obat kumur aman untuk dipakai, tetapi beberapa diantaranya menyebabkan efek samping bagi pemakainya ,Beberapa obat kumur mengandung alkoholyang lumayan tinggi. Pemakaian obatkumur dengan kandungan alkohol yang tinggi menyebabkan sensasi seperti terbakar dalam mulut.
Alkohol dalam obat kumur menyebabkan juga terjadinyamulut yang terasa kering, yang menyebabkan seseorang menjadi lebih beresiko untuk terkena kerusakan pada gigi. Selain itu kekeringan ini dapat juga menimbulkan perkembangbiakan bakteri dan selanjutnya akan memicu bau mulut.
Pengunaan yang berlebihan dari antiseptik obat kumur akan merusak keseimbangan bakteri dalam mulut karena kandungan alcohol dan antiseptiknya membunuh mikroorganisme dalam mulut termasuk miroorganisme normal yang baik di dalam mulut

Efek samping obat kumur antara lain sebagai berikut :
·       Memberikan pewarnaan yang tidak baik pada gigi maupun pada gigi tiruan atau restorasi geligi lainnya.
·       Gangguan indera perasa.
·       Terbentuknya tartar didalam gigi
·        Iritasi pada mulut dan lidah
·        Erosi mukosa
·        Retensi sodium
·        Kelenjar membesar pada kedua sisi wajah atau leher
·        Rasa ngilu pada akar gigi
·        Ulkus atau luka pada mulut.

             Beberapa obat kumur juga mengandung fluoride yang akan juga memicu terjadinya keracunan bila tertelan.
Para ahli telah melaporkan dan kemudian dipublikasikan dalam Dental Journal of Australia bahwa obat kumur yang mengandung alkohol memberi kontribusi dalam peningkatan risiko perkembangan kanker rongga mulut. Penelitian internasional telah memperlihatkan pada kebiasaan 3.210 orang dan dijumpai bahwa penggunaan obat kumur dengan kandungan alkohol sehari-hari merupakan factor risiko yang signifikan terhadap perkembangan kanker rongga mulut. Penelitian ini tanpa memperhatikan pengguna obat kumur tersebut perokok atau peminum alkohol. Disamping itu, alkohol akan mematikan bakteri-bakteri yang ada dalam mulut termasuk bakteri baik yang berperan aktif dalam mulut (Chow R 2009) dan (McCullough MJ dan Farah CS 2008) .

So, kesimpulannya..
Jangan terlalu sering menggunakan obat kumur kalau tidak ada masalah serius di dalam mulut atau tidak ada anjuran dokter. Karena ternyata jika terlalu sering berkumur dengan obat kumur malah membuat bau mulut cepat datang, dan berbagai efek samping lain. Kemudian jangan menganggap obat kumur sebagai pengganti sikat gigi ya, jika sudah berkumur berarti semua sisa kotoran di gigi hilang. Tidak. Cara yang paling efektif menjaga kebersihan mulut adalah dengan rutin menyikat gigi.  Mikroba dalam mulut akan berkembang dalam waktu 24 jam, oleh karena itu kita harus teratur menyikat gigi minimal 2x sehari setelah sarapan dan setelah makan malam.
Sekian :) Semoga Bermanfaat.


Referensi:
Chow R. (2009). Alcohol-containing mouthwashes strongly linked to increased. 
     www.NaturalNews.com.
McCullough MJ, Farah CS.(2008). The role of alcohol in oral carcinogenesis with particular reference to alcohol-containing mouthwashes. ADJ. 2008: 304
http://drgdondy.blogspot.com/2008/11/mengenal-obat-kumur-jenis-dan-efek.html


Selasa, 06 Desember 2011 0 komentar

Bau Mulut aka Halitosis

Kita sering menemui orang dengan masalah bau mulut, atau mungkin kita sendiri pernah mengalaminya.. :p


Ini ada beberapa uraian sekilas tentang bau mulut atau dalam istilah medisnya disebut halitosis..



HALITOSIS 


Halitosis yang berasal dari bahasa latin halitus (nafas) dan osisoral malodor, fator ex ore atau fetor osis. (keadaan) adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan bau nafas tak sedap yang keluar dari mulut . Halitosis juga dikenal dengan nama lain, seperti

Halitosis yang berasal dari bahasa latin halitus (nafas) dan osisoral malodor, fetor ex ore atau fetor oris.Sampai saat ini, halitosis merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang banyak dikeluhkan masyarakat setelah karies dan penyakit periodontal . (keadaan), halitosis adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan bau nafas tak sedap yang keluar dari rongga mulut  Halitosis juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti
Klasifikasi Halitosis terbagi dua yaitu halitosis fisiologis dan halitosis patologis. Halitosis fisiologis adalah halitosis yang bersifat sementara, biasanya berasal dari substansi yang masuk ke dalam mulut seperti bawang, teh, kopi, nikotin, serta minuman beralkohol. Contoh lainnya menurut adalah morning breath, yaitu bau nafas pada waktu bangun pagi. Keadaan ini disebabkan karena tidak aktifnya otot pipi dan lidah serta kurangnya aliran saliva selama tidur .  Halitosis Patologis pada dasarnya mempunyai mekanisme yang sama dengan halitosis fisiologis, dalam hal ini bahan-bahan yang secara hematologis menuju paru-paru. Penyebab utama keadaan ini karena adanya kelainan yang bersifat lokal maupun sistemik. Kelainan bersifat lokal meliputi penyakit oral seperti Tongue coating, karies dan periodontal, sedangkan kelainan bersifat sistemik adalah penyakit ekstraoral seperti diabetes mellitus, uremia, dll .
Kelainan bersifat bersifat lokal merujuk pada penyebab halitosis yang bersumber pada kondisi oral itu sendiri, yaitu adanya pertumbuhan bakteri yang dikaitkan dengan penyakit intraoral serta kondisi oral hygiene yang buruk . Pada kondisi ini, bakteri-bakteri ini dapat berkembang dengan baik. Mekanisme aktifitas bakteri ini adalah sebagai berikut, jika terdapat sisa makanan di dalam mulut dan membusuk, sisa makanan ini kemudian dipergunakan oleh bakteri anaerob seperti Staphylococcus aureus, Solobacterium moorei, dan Porphyromonas gingivalis untuk proses metabolisme dengan mengubah glukosa pada sisa makanan menjadi asam, selama proses tersebut bakteri menghasilkan gas sulfur yang berbau menyengat dan mudah menguap (VSC’s=Volatile Sulfur Compounds). Gas ini antara lain Hidrogen Sulfid (H2S), Metil Merkaptan (CH3SH), Dimentil Sulfid [(CH3)2S], Sulfur Dioksid (SO2) (Depkes RI 2007). Sedangkan zat bukan sulfur yang juga dapat menyebabkan bau adalah kadaverin, putresin, indol dan skatol (Takeshita 2010).

Dampak Halitosis
Halitosis memiliki berbagai dampak baik dari segi kesehatan ataupun dari segi sosial.  Dari segi kesehatan halitosis dapat mengindikasikan berbagai penyakit, meliputi penyakit oral dan juga penyakit yang berhubungan dengan sistematis . Selain dampak klinis tersebut, sebagian besar penderita akan merasa tidak nyaman karena halistosis akan menggangu aktifitas sosialnya, yakni penderita akan merasa malu, rendah diri, menghindari pergaulan, bicara tidak bebas, tidak ada rasa percaya diri dan lain-lain. Dampak sosial ini tentu saja akan membatasi aktifitasnya sehari-hari.
 
 
BAU MULUT VERSUS OBAT KUMUR

            Kebanyakan orang menganjurkan penggunaan obat kumur yang sesering mungkin untuk mengatasi bau mulut, tetapi sebaiknya obat kumur yang mengandung bahan aktif seperti antiseptik tidak dipergunakan terlalu sering bila tidak terdapat kelainan yang serius yang terdapat didalam rongga mulut.
Obat kumur pada orang yang mempunyai kondisi mulut yang sehat, tidak terlalu diperlukan, karena adanya fungsi antimikroba yang sudah ada alamiah pada air ludah. Pemakaian obat kumur yang terlalu sering, justru dapat mengakibatkan bakteri yang bermanfaat mati dan keseimbangan dalam mulut terganggu dengan merebaknya bakteri patogen (bakteri yang merusak) atau memicu timbulnya jamur seperti jamur candida yang menyebabkan candidiasis, dan justru memperhebat timbulnya bau mulut.

Apa saja kandungan dari obat kumur?
  • Antimikroba sebagai contoh : cetylpyridinium chloride, chlorhexidine, sanguinarine, phenolic compounds).
  • Deodorizing dan oxidizing agents sebagai conotoh : sodium bicarbonate dan chlorine dioxide, kandungan bahan jenis ini membantu menutupi dan menetralkan bau mulut.
  • Oxygenating agents (sebagai contoh : hydrogen peroxide). Membantu untuk membunuh kuman anaerob yang tidak senang dengan oksigen , bahan ini memberikan oksigenasi pada tempat yang terdapat kuman antioksigen tersebut.
  • Fluoride. Memperkuat dan mencegah kerusakan gigi.
  • Astringents (sebagai contoh : citric acid, zinc chloride). Bahan ini memberikan rasa yang enak dan mengerutkan jaringan rongga mulut.
  • Bahan penghilang nyeri( anodynes). Obat kumur ini memberikan penghilang nyeri bila diaplikasikan pada mulut.
  • Buffering agents. Bahan ini menghilangkan nyeri pada jaringan lunak rongga mulut.
  • Antitartar (e.g., zinc citrate) agents.
Sebenarnya obat kumur yang baik harus dapat mengurangi bakteri yang bertanggung jawab terhadap terjadinya  bau mulut, namun obat tersebut harus dapat tetap menjaga kesimbangan flora normal di dalam rongga mulut dan menjaga jangan sampai muncul pertumbuhan yang berlebihan dari bakteri patogen. Kebanyakan obat kumur hanya berfungsi menutupi bau mulut untuk sementara dan tidak punya fungsi antiseptik. Kalaupun ada yang mempunyai efek antiseptik umumnya tidak bertahan lama. 

Jadi terkadang bakteri yang berhasil ’selamat’ dari antiseptik masih menyerang dari bawah lapisan plak dan cairan yang kental. Dan juga kebanyakan obat kumur mengandung etanol (alkohol) yang berfungsi sebagai antiseptik dan meningkatkan rasa. Masalahnya adalah alkohol itu dapat membuat permukaan jaringan lunak mulut (mukosa) menjadi kering. Keadaan ini justru dapat memicu timbulnya bau mulut. Tambahan, terdapat kontroversi apakah kandungan alkhol tersebut dapat menimbulkan kanker mulut, sehingga obat kumur yang tidak mengandung alkohol justru lebih  populer.
Jadi penanganan bau mulut dapat diatasi dengan penentuan sebab bau mulut dulu secara jelas. Setelah itu baru ditentukan terapi/pengobatannya secara tepat. Untuk sebab yang sistemik,  pengobatan bau mulut dikonsulkan kepada dokter umum.




Ada juga cara simpel untuk mencegah datangnya bau mulut..
seperti cara-cara berikut ini:

1. Bersihkan mulut secara menyeluruh dan teratur. Dua sumber utama bau mulut adalah bakteri dan partikel makanan yang membusuk. Ada ratusan sudut dan celah dalam mulut hingga apapun bisa bersarang disana. Menyikat gigi tidak cukup, gunakanlah pasta gigi.

2. Hindari mulut yang kering dengan mengkonsumsi air putih. Mulut kering berarti mulut akan bau. Itu sebabnya napas lebih bau di pagi hari; Mulut memproduksi lebih sedikit air liur saat tidur.Air liur adalah musuh bau mulut karena tidak hanya secara fisik mencuci bakteri dan partikel makanan pergi, tetapi juga memiliki antiseptik dan enzim yang membunuh bakteri penyebab bau mulut.

3. Cara menghilangkan bau mulut langkah ketiga adalah dengan permen. Seperti disebutkan pada langkah sebelumnya, permen karet akan membantu menghilangkan bau mulut karena mengucah permen karet menyebabkan air liur lebih banyak diproduksi.

4. Hindari makanan-makanan yang dapat mengundang bau mulut seperti bawang putih, bawang merah, alkohol, petai, jengkol, kopi, dll.

Pada dasarnya, tubuh memecah lemak bukan karbohidrat untuk energi, menciptakan keton, beberapa di antaranya dirilis di mulut Anda. Sayangnya, keton bau, dan begitu juga nafas. Jika pada diet karbohidrat Pembatasan ketat, atau diet yangmemaksa untuk membakar lemak daripada karbohidrat, pertimbangkan melemparkan sehat karbohidrat yang kaya makanan ringan ke dalam campuran,seperti apel atau pisang.

5. Langkah terakhir mengatasi bau mulut adalah dengan membicarakannya ke dokter. Jika telah mengikuti langkah di atas dengan tekun dan bau mulut berlanjut, mungkin anda memiliki masalah medis yang perlu dirawat.

6. Selain itu ada juga tradisi masyarakat untuk mengusir bau mulut ini seperti:
- Berkumur dengan air rebusan daun sirih
- Sering mengkonsumsi lalapan, seperti daun kemangi dan sejenisnya yang beraroma sedap dan wangi
- Perbanyak konsumsi air putih, karena air putih selain menyehatkan juga bisa menetralisir asam yang berlebih di mulut dan lambung.
- Sari lemon. Selain terkenal bisa menghilangkan bau amis dan sebagai penyegar makanan, ternyata lemon juga bisa menghilangkan bau mulut. Cara nya dengan membuat jus atau minuman dari lemon


nah sekian dulu, semoga bermanfaat.. :)


 
;