Selasa, 17 Juli 2012

Rihlah - Tafakkur Alam



Rihlah
Bertafakkur alam..


Sudah lama gk ngepost, maklum sibuk kuliah (alasan klasik banget). Dan sekarang baru bisa rehat sejenak dari kegiatan di dunia nyata.. :p


Beberapa hari kemarin, akhirnya diberi kesempatan oleh Allah untuk sedikit berwisata ke daerah pagaralam, masih di wilayah sumatera selatan. Sebagai gambaran, kota pagaralam itu letaknya di dekat gunung Dempo, dengan hamparan kebun teh yang hampir mirip dengan kawasan Puncak, Bogor.


Kesana bukan untuk sepenuhnya liburan, tapi ini adalah rangkaian kegiatan Rihlah (Wisata Ruhiyah) SMA Negeri 6 Palembang. Alumni kebagian tugas menjadi panitia dan pesertanya adalah siswa SMA 6.


"Membangun mentalitas dan ruhiyah yang berkarakter Islami melalui tafakkur alam" - itu adalah tema yang diangkat untuk rihlah tahun ini..

Cukup menarik dan sedikit menggelitik. kata-katanya cukup berat ^^. Tafakkur alam, dilihat dari segi bahasanya berarti berfikir tentang alam, merenungi alam...
memangnya ada apa dengan alam?



Lepas dari kepadatan kota dan hiruk pikuk orang yang sibuk dengan urusan pribadinya. Kembali pada alam adalah pilihan yang tepat untuk menyadarkan, bahwa diri ini sungguh teramat kecil dibandingkan semua kekuasaan dan kebesaran Allah. Melihat alam yang diciptakan dengan begitu seimbang dan sempurna, mengembalikan kewarasan kita bahwa sejatinya kita adalah makhluk yang menghamba penuh kepada-Nya, pemilik apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi :)


Gunung Dempo

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan (alam) ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
(Ali Imran, QS. 3:190-191)

w
kebun teh PTPN7

churup mangkok





hutan bambu

Bambu, selalu tumbuh rindang berkumpul.. bersatu seperti simpul, mengingatkan kita pada barisan yang tersusun dengan rapi, barisan yang bershaf-shaf yang kokoh seperti bangunan, barisan yang disukai Allah untuk berjuang di jalan-Nya.





jalan terjal mendaki..
.. but look!, what we've got :)


Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
(Al-Baqarah, QS. 2:164)



Segera setelah bertafakkur dengan alam, semoga kita dijadikan oleh-Nya -Dzat yang mencipatakan segenap jagad raya ini- menjadi insan yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat dan memiliki pikiran yang tajam dan peka atas semua persoalan yang akan kita hadapi. aamiin


"Allah mengganti malam dengan siang. Sungguh pada yang demikian itu pasti terdapat  pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (yang tajam)" An-Nur:44




0 komentar:

Posting Komentar

 
;