Telah
berkembang berbagai jenis obat kumur di Indonesia. Kebanyakan obat kumur yang
berada di pasaran bertindak sebagai antiseptic, atau secara mudahnya disebut
sebagai pembunuh kuman.
Sebagian besar obat kumur ini
mengandung lebih dari satu bahan aktif. Beberapa bahan-bahan aktif beserta
fungsinya secara umum dapat dijumpai dalam obat kumur, antara lain :
a) Bahan antibakteri dan antijamur,
contoh: hexylresorcinol, chlorhexidine, thymol,
b) Bahan oksigenasi, secara aktif menyerang
bakteri anaerob
c) Astringents (zat penciut),
menyebabkan pembuluh darah lokal berkontraksi dengan demikian dapat mengurangi
bengkak pada jaringan, contoh: alkohol, seng klorida, dll
g) deterjen, mengurangi tegangan
permukaan dengan demikian menyebabkan bahan-bahan yang terkandung menjadi lebih
larut, dan juga dapat menghancurkan dinding sel bakteri yang menyebabkan
bakteri lisis.
d) bahan tambahan lain seperti Anodynes, buffer, dan deodorizing
agents.
Bagaimana cara yang baik memakai
obat kumur?
Beberapa
obat kumur sebaiknya digunakan setelah menyikat gigi. Oleh karena bila
dipergunakan sebelum menyikat gigi, sikat gigi akan menghilangkan bahan yang
terkandung didalam obat kumur.
Kumur kumurlah selama lebih kurang 30 detik, kemudian muntahkan, jangan ditelan !!!!
Kumur kumurlah selama lebih kurang 30 detik, kemudian muntahkan, jangan ditelan !!!!
Biasanya
dokter gigi menganjurkan penggunaan obat kumur yang mengandung fluoride
sesering mungkin, tetapi sebaliknya obat kumur yangmengandung bahan aktif
seperti antiseptik sebaiknya tidak dipergunakan terlalu sering bila
tidak terdapat kelainan yang serius yang terdapat didalam rongga mulut.
Efek samping obat kumur dan hal hal yang perlu untuk diperhatikan :
Efek samping obat kumur dan hal hal yang perlu untuk diperhatikan :
Pada
umumnya obat kumur aman untuk dipakai, tetapi beberapa diantaranya
menyebabkan efek samping bagi pemakainya ,Beberapa obat kumur mengandung alkoholyang
lumayan tinggi. Pemakaian obatkumur dengan kandungan alkohol yang tinggi
menyebabkan sensasi seperti terbakar dalam mulut.
Alkohol
dalam obat kumur menyebabkan juga terjadinyamulut yang terasa kering, yang menyebabkan
seseorang menjadi lebih beresiko untuk terkena kerusakan pada gigi. Selain
itu kekeringan ini dapat juga menimbulkan perkembangbiakan bakteri dan
selanjutnya akan memicu bau mulut.
Pengunaan
yang berlebihan dari antiseptik obat kumur akan merusak keseimbangan bakteri
dalam mulut karena kandungan alcohol dan antiseptiknya membunuh
mikroorganisme dalam mulut termasuk miroorganisme normal yang baik di dalam
mulut
Efek
samping obat kumur antara lain sebagai berikut :
· Memberikan pewarnaan yang tidak baik pada gigi
maupun pada gigi tiruan atau restorasi geligi lainnya.
· Gangguan indera perasa.
· Terbentuknya tartar didalam gigi
· Iritasi pada mulut dan lidah
· Erosi mukosa
· Retensi sodium
· Kelenjar membesar pada kedua sisi wajah atau leher
· Rasa ngilu pada akar gigi
· Ulkus atau luka pada mulut.
Beberapa
obat kumur juga mengandung fluoride yang akan juga memicu terjadinya
keracunan bila tertelan.
|
Para ahli telah melaporkan dan
kemudian dipublikasikan dalam Dental Journal of Australia bahwa obat
kumur yang mengandung alkohol memberi kontribusi dalam peningkatan risiko
perkembangan kanker rongga mulut. Penelitian internasional telah memperlihatkan
pada kebiasaan 3.210 orang dan dijumpai bahwa penggunaan obat kumur dengan
kandungan alkohol sehari-hari merupakan factor risiko yang signifikan terhadap
perkembangan kanker rongga mulut. Penelitian ini tanpa memperhatikan pengguna
obat kumur tersebut perokok atau peminum alkohol. Disamping itu, alkohol
akan mematikan bakteri-bakteri yang ada dalam mulut termasuk bakteri baik yang
berperan aktif dalam mulut (Chow R 2009) dan (McCullough MJ dan Farah CS 2008) .
So, kesimpulannya..
Jangan terlalu sering
menggunakan obat kumur kalau tidak ada masalah serius di dalam mulut atau tidak
ada anjuran dokter. Karena ternyata jika terlalu sering berkumur dengan obat kumur
malah membuat bau mulut cepat datang, dan berbagai efek samping lain. Kemudian jangan menganggap obat kumur sebagai
pengganti sikat gigi ya, jika sudah berkumur berarti semua sisa kotoran di gigi
hilang. Tidak. Cara yang paling efektif menjaga kebersihan mulut adalah dengan
rutin menyikat gigi. Mikroba dalam mulut
akan berkembang dalam waktu 24 jam, oleh karena itu kita harus teratur menyikat gigi
minimal 2x sehari setelah sarapan dan setelah makan malam.
Sekian :)
Semoga Bermanfaat.
Referensi:
Chow R. (2009). Alcohol-containing
mouthwashes strongly linked to increased.
www.NaturalNews.com.
McCullough
MJ, Farah CS.(2008). The role of alcohol in oral carcinogenesis with
particular reference to alcohol-containing mouthwashes. ADJ. 2008: 304
http://drgdondy.blogspot.com/2008/11/mengenal-obat-kumur-jenis-dan-efek.html



0 komentar:
Posting Komentar