Senin, 30 Januari 2012

Kehilangan waktu?













Urgensi Waktu
Wah berat nih bahasan…:p

Urgen = penting, mendesak.

Kita sering merasa mendapatkan begitu banyak tugas dan pekerjaan sehingga rasanya waktu yang diberikan dalam sehari itu begitu sedikit, atau kita sering merasa telah menyia-nyiakan begitu banyak waktu luang..
Lalu apa yang sebenarnya terjadi, apakah ‘waktu’ itu berlari meninggalkan kita?
Sebenarnya waktu tidak bersalah, ia berjalan apa adanya seperti biasa, hanya kita yang tidak dapat menangkapnya dengan baik.

Pentingnya manajemen waktu yang baik..
Mengutip kata-kata dari seseorang pada sabtu pagi hari itu “Semua manusia diberi modal yang sama oleh Allah, yaitu 24 jam sehari semalam, tak kurang atau lebih satu detik pun. Tinggal bagaimana cara manuisa memaksimalkan modal itu, ada orang yang berhasil melipatgandakan keuntungannya ada pula yang merugi.”

Kita semua memang diberi modal yang sama, namun tampaknya lebih banyak orang yang merugi ketimbang yang untung…
Dan kita termasuk golongan yang mana?

Pentingnya Manajemen Waktu dalam Hidup

...Siapa saja yang menggunakan kesehatan dan waktu luangnya dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia adalah orang yang berbahagia...


Orang Barat mengatakan bahwa waktu adalah uang, sedangkan Al-Hasan mengatakan, “Aku mendapati beberapa kaum yang salah satu di antara mereka sangat kikir terhadap umurnya ketimbang dirhamnya.” Dia mengetahui bahwa apabila umur menghilang, maka dia akan lenyap. Sementara harta, apabila suatu ketika lenyap, maka di saat yang lain bisa didapatkan kembali.

Dari sini kita bisa melihat bahwa waktu tidak setara nilainya dengan uang, ia lebih berharga darinya. Sebagaimana dinyatakan Abdullah bin Mas’ud, “Aku tidak pernah menyesal atas sesuatu melebihi penyesalanku atas hari ketika matahari tenggelam, maka ajalku semakin berkurang, sementara amalku tidak bertambah.”


I. Berapa Lama Waktu yang Anda Butuhkan?

Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk mengerjakan berbagai aktifitas sehari-hari? Ini menjadi pertanyaan yang harus Anda jawab sebelum memulai merealisasikan manajemen waktu. Yang harus Anda lakukan adalah menulis semua aktifitas harian Anda selama sepekan dengan mencatat waktu yang Anda butuhkan dalam melakukan berbagai aktifitas tersebut. Lebih baik apabila disusun dalam bentuk bagan:

  1. Lihatlah bagan yang ada di hadapan Anda, carilah aktifitas-aktifitas yang banyak menelan waktu, akan tetapi manfaatnya sederhana. Hal ini seperti duduk berjam-jam di depan televisi, mengobrol di telepon dalam jangka waktu lama, merapikan mainan anak-anak yang berserakan, dan lain sebagainya.
  2. Berilah prioritas untuk pekerjaan-pekerjaan yang tergolong sebagai kebutuhan primer, seperti shalat, ibadah, menjaga kesehatan, memperbaiki hal-hal yang berbahaya, membayar berbagai tagihan, dan melaksanakan tugas-tugas lainnya.
  3. Kemudian pada peringkat selanjutnya adalah hal-hal yang berkaitan dengan masa depan.
  4. Di peringkat berikutnya adalah aktifitas-aktifitas yang mungkin bisa ditunda ketika tersedia banyak waktu, seperti pekerjaan-pekerjaan yang diminta orang lain kepada kita, padahal mereka bisa mengerjakannya, namun mereka malas. 

II. Begitu pentingnya waktu, sehingga banyak ayat Al-Quran yang berbicara tentang waktu

Di dalam Al-Qurân kita dapatkan bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala sering bersumpah dengan waktu, demi waktu malam, waktu Dhuha, waktu Ashar, bahkan di dalam Surat al-‘Ashri Allah swt menyebutkan sifat-sifat orang yang beruntung, yaitu mereka yang mampu menjaga waktunya dengan beriman dan beramal shaleh…

“Demi masa (waktu ‘ashar). Sesungguhnya manusia berada dalam keadaan merugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, dan mereka saling berwasiat dengan kebenaran dan saling berwasiat dengan kesabaran.” (QS. al-‘Ashri: 1-3)

Syaikh Abdurrahman Nasir Sa’di rahimahullah di dalam menafsirkan ayat tersebut berkata; bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan betapa meruginya manusia dalam hidup ini secara umum kecuali apabila mereka memiliki empat sifat...



Sifat pertama adalah beriman dengan apa-apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan, dan tidaklah Iman itu akan bisa menjadi benar kecuali dengan Ilmu karena ilmu merupakan cabang dari iman tersebut dan tidak sempurna iman seseorang kecuali jika dia memiliki ilmu.

Sifat yang kedua adalah amal shaleh yang mencakup semua kebaikan, mulai dari kebaikan yang bersifat zhohir hingga kebaikan yang bersifat bathin, dimana hal itu berkaitan dengan hak-hak Allah dan hak-hak hambanya baik hal-hal yang hukumnya bersifat wajib ataupun yang bersifat anjuran.

Sifat yang ketiga adalah saling menasehati dengan kebenaran tersebut (Iman dan amal shaleh) artinya saling mendorong sesama mereka untuk saling menasehati.

Sifat yang yang keempat adalah saling menasehati dengan sabar, bersabar dalam menta’ati Allah ‘Azza wa Jalla, sabar dalam menghadapi maksiat dan sabar dengan ketentuan Allah ‘Azza wa Jalla atau dalam menghadapi musibah.




III. Waktu adalah salah satu nikmat yang dianggap sepele dan dilalaikan oleh manusia

Dalam hal ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada dua nikmat yang dilalaikan oleh manusia, manusia tertipu dengan nikmat tersebut: yaitu nikmat sehat dan waktu kosong.” (HR. al-Hakim yang telah dishahihkan Syaikh al-Albani dalam kitab Al-Jami’)

Hal ini dapat dirasakan seseorang ketika dia ditimpa oleh penyakit, terasa baginya ketika itu betapa nikmatnya sehat, demikian juga ketika waktu sudah sempit barulah teringat bagi seseorang nilai dari waktu, sehingga ada ungkapan yang menyatakan baik atau buruknya sesuatu akan bisa diketahui ketika ada lawannya, seperti sakit lawannya sehat, senang lawannya susah, hidup lawannya mati

Sekarang ayo kita mencoba untuk memanfaatkan sesuatu yang bernama “waktu” itu dengan baik.. 

::::
Waktu adalah kehidupan,
Waktu adalah pilihan kemakmuran atau kehancuran
Setiap hidup dibatasi siang
Saat istirahat dipagari dengan malam
Saat muda akan bertemu dengan masa tua
Dan saat hidup pasti akan berujung dengan kematian
Maka, susnguh waktu sebagai satu-satunya pertaruhan
Waktu adalah kehidupan


Dikutip dari buku “Manajemen Waktu Seorang Muslim”, Yusuf al-Qardhawi. Siapa yang tidak menghormati waktu , maka ia akan dekat dengan kematian. Yang tidak menghormati waktu, maka ia akan kehilangan peluang investasi terbesar untuk masa depan. Masa depan akan hadir menyambutnya dengan wajah suram. Sebaliknya, bagi mereka yang memuliakan waktu, maka wajahnya akan berseri-seri…






0 komentar:

Posting Komentar

 
;