Sebagai seorang yang
mengaku muslim, tentu saja kata shalat
tidak asing lagi kita dengar. Sangat mengherankan bila seseorang yang beragama
Islam masih bingung jika ditanya tentang apa yang dimaksud dengan shalat.
Shalat adalah ibadah yang diperintahkan Allah kepada kita (ummat-Nya) sebagai
sarana mengingat Allah. Kata shalat jika ditelusuri dari segi bahasanya dalam
bahasa Arab memiliki arti doa. Namun secara syariat, istilah shalat bermakna
serangkaian ucapan dan gerakan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri
dengan salam sebagai sebuah ibadah ritual. Lalu sebagai seorang muslim apakah
tujuan kita hanya sebatas mengetahui pengertian dari shalat itu saja?
Dalam peristiwa Isra’
Mi’raj, ibadah shalat diperintahkan secara langsung oleh Allah kepada utusannya
Rasulullah SAW untuk kita semua tanpa perantara malaikat. Perintah ini
ditujukan spesial untuk kita dengan cara yang spesial pula, tidakkah kita
seharusnya merasa tersanjung dan senang. Dalam riwayat dijelaskan bahwa pada
awalnya ibadah shalat diperintahkan sebanyak lima
puluh kali dalam sehari, kemudian karena keterbatasan kita sebagai ummat-Nya,
sehingga perintah shalat tersebut dikurangi hingga menjadi lima kali dalam sehari.
Dari Anas bin Malik ra. "Telah difardhukan
kepada Nabi SAW shalat pada malam beliau diisra`kan 50 shalat. Kemudian dikurangi hingga
tinggal 5 shalat saja. Lalu diserukan, "Wahai Muhammad, perkataan itu
tidak akan tergantikan. Dan dengan lima
shalat ini sama bagi mu dengan 50 kali shalat."(HR Ahmad, An-Nasai
dan dishahihkan oleh At-Tirmizy)
Ibadah shalat terdiri dari serangkaian gerakan yang
kompleks dan berulang. Diantara gerakan itu seperti berdiri, rukuk, sujud, duduk
tasyahud, dan sebagainya. Kemudian dalam satu hari minimal lima kali kita mengerjakan shalat dengan
gerakan-gerakan tersebut. Lalu apakah shalat itu hanya sekedar kewajiban saja?
ataukah ada manfaat lain dibalik gerakan-gerakan shalat itu?
Shalat
ternyata tidak hanya menjadi amalan pertama yang dihisab di akhirat nanti,
tetapi gerakan-gerakan shalat ternyata memiliki berbagai manfaat bagi anatomi
tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah gudang obat dari berbagai
jenis pnyakit.
Allah,
Sang Maha Pencipta, Dia-lah yang menciptakan kita sebagai makhluk penghuni
dunia ini, sehingga tidak ada yang lain yang tahu persis apa yang sangat kita
butuhkan. Semua perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi juga
mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri.
Begitu pula dengan
shalat. Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan
tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat
masing-masing. Misalnya:
Takbiratul Ihram
Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan
sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan
ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan
kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir
lancer ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang
sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancer. Kemudian kedua tangan
didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari
berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
Ruku’
Ruku’ yang sempurna ditandai tulang
belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung
tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan
ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang
(corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung
sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah.
Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu
hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih sehingga
gangguan prostate dapat dicegah.
I’tidal
Bangun dari ruku’, tubuh kembali tegak
setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga. I’tidal merupakan variasi
dari postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Gerakan ini bermanfaat sebagai
latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan. Pada saat I’tidal dilakukan,
organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran
secara bergantian. Tentu memberi efek melancarkan pencernaan.
Sujud
Posisi sujud berguna untuk memompa getah
bening ke bagian leher dan ketiak. Posis jantung di atas otak menyebabkan
daerah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada
daya pikir seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan sujud dengan
tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak.
Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi
wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan
kesehatan organ kewanitaan.
Duduk di antara sujud
Duduk setelah sujud terdiri dari dua macam
yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’ (tahiyat akhir). Perbedaan terletak
pada posisi telapak kaki. pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha
yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan
nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu
berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran
kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran vas
deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah
impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru’ menyebabkan
seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan
tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak
kita.
Salam
Gerakan memutar kepala ke kanan dank e
kiri secara maksimal. Salam bermanfaat untuk bermanfaat untuk merelaksasikan
otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga
mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.
Kemudian,
waktu-waktu pelaksanaan shalat wajib maupun sunnah yang diperintahkan oleh
Allah juga memberi hikmah tersendiri. Sebagai contohnya saja waktu subuh, subuh
adalah saat sebelum fajar menyingsing, dengan mengerjakan shalat subuh seorang
muslim akan disiplin untuk bangun lebih awal sehingga bisa mempersiapkan diri
mencari rezeki Allah pada hari itu. Waktu subuh juga membawa kesegaran dan
semangat baru karena merupakan waktu pergantian antara malam dan siang.
Selain itu, shalat sunnah
tahajjud juga yang dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir bila dilaksanakan
secara kontinu dan ikhlas maka dapat membantu menghilangkan stress dan kanker.
Menuru penelitian Prof. Dr. Muhammad Soleh dalam desertasinya yang berjudul
“Pengaruh Shalat Tahajud terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh
Imonologik: Suatu Pendekatan Neuroimunologi” Secara medis, shalat tahajud mampu
menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imunologi) khususnya pada imunoglobin M,
G, A, dan limfositnya yang berupa persepsi serta motivasi positif. Selain itu,
juga dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang
dihadapi. Selain itu juga orang-orang yang mengerjakan shalat tahajjud akan
mendapat bonus yang lebih besar, yakni pahala dan ijabah atas doa-doa yang
dihaturkannya.
Setelah semua uraian ini, ternyata hikmah
yang diberikan dalam perintah shalat ini sangat menakjubkan. Shalat, apabila
dilakukan dengan khusyu dan benar dapat memberikan efek penyembuhan dan pencegahan
terhadap berbagai jenis penyakit. Maha Suci Allah, tidak ada yang mengetahui
kebutuhan hamba-Nya selain Ia. Jadi, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,
bahwa perintah shalat ini ditujukan spesial untuk kita dengan cara yang spesial
pula, maka hendaknya kita terus menjaga dan mengutamakannya. Seperti layaknya
jika kita diberi hadiah, ibaratkan saja Presiden secara khusus dalam jamuan
istimewa mengundang kita dan memberikan sebuah rumah mewah kepada kita, tentu
saja secara logika pastilah kita akan selalu menjaga rumah itu, apalagi
diberikan langsung oleh seorang presiden. Begitu juga dengan shalat, selain
mendapat pahala kita juga akan memperolah manfaat kesehatan, oleh karenanya
sebagai seorang muslim kita haruslah menjaga shalat, karena Allah berfirman
akan celaka bagi orang-orang yang melalaikan shalat. Wallahu ‘alam bisshawab.
Ini sebenernya tugas esai untuk mentoring minggu kemaren, baru tau arti penting gerakan2 shalat dari tugas ini, jadi rasanya perlu di share juga.. ^^


0 komentar:
Posting Komentar