Minggu, 18 Desember 2011

Rahasia Kesehatan Dibalik Shalat


            Sebagai seorang yang mengaku muslim, tentu saja kata shalat tidak asing lagi kita dengar. Sangat mengherankan bila seseorang yang beragama Islam masih bingung jika ditanya tentang apa yang dimaksud dengan shalat. Shalat adalah ibadah yang diperintahkan Allah kepada kita (ummat-Nya) sebagai sarana mengingat Allah. Kata shalat jika ditelusuri dari segi bahasanya dalam bahasa Arab memiliki arti doa. Namun secara syariat, istilah shalat bermakna serangkaian ucapan dan gerakan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam sebagai sebuah ibadah ritual. Lalu sebagai seorang muslim apakah tujuan kita hanya sebatas mengetahui pengertian dari shalat itu saja?
            Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, ibadah shalat diperintahkan secara langsung oleh Allah kepada utusannya Rasulullah SAW untuk kita semua tanpa perantara malaikat. Perintah ini ditujukan spesial untuk kita dengan cara yang spesial pula, tidakkah kita seharusnya merasa tersanjung dan senang. Dalam riwayat dijelaskan bahwa pada awalnya ibadah shalat diperintahkan sebanyak lima puluh kali dalam sehari, kemudian karena keterbatasan kita sebagai ummat-Nya, sehingga perintah shalat tersebut dikurangi hingga menjadi lima kali dalam sehari. 

Dari Anas bin Malik ra. "Telah difardhukan kepada Nabi SAW shalat pada malam beliau diisra`kan 50 shalat. Kemudian dikurangi hingga tinggal 5 shalat saja. Lalu diserukan, "Wahai Muhammad, perkataan itu tidak akan tergantikan. Dan dengan lima shalat ini sama bagi mu dengan 50 kali shalat."(HR Ahmad, An-Nasai dan dishahihkan oleh At-Tirmizy)

Ibadah shalat terdiri dari serangkaian gerakan yang kompleks dan berulang. Diantara gerakan itu seperti berdiri, rukuk, sujud, duduk tasyahud, dan sebagainya. Kemudian dalam satu hari minimal lima kali kita mengerjakan shalat dengan gerakan-gerakan tersebut. Lalu apakah shalat itu hanya sekedar kewajiban saja? ataukah ada manfaat lain dibalik gerakan-gerakan shalat itu?
            Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan pertama yang dihisab di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan shalat ternyata memiliki berbagai manfaat bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah gudang obat dari berbagai jenis pnyakit.
Allah, Sang Maha Pencipta, Dia-lah yang menciptakan kita sebagai makhluk penghuni dunia ini, sehingga tidak ada yang lain yang tahu persis apa yang sangat kita butuhkan. Semua perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri.
Begitu pula dengan shalat. Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat masing-masing. Misalnya:

Takbiratul Ihram
Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancer ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancer. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

Ruku’
Ruku’ yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.

I’tidal
Bangun dari ruku’, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga. I’tidal merupakan variasi dari postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan. Pada saat I’tidal dilakukan, organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek melancarkan pencernaan.

Sujud
Posisi sujud berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posis jantung di atas otak menyebabkan daerah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan sujud dengan tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Duduk di antara sujud
Duduk setelah sujud terdiri dari dua macam yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’ (tahiyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

Salam
Gerakan memutar kepala ke kanan dank e kiri secara maksimal. Salam bermanfaat untuk bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.

            Kemudian, waktu-waktu pelaksanaan shalat wajib maupun sunnah yang diperintahkan oleh Allah juga memberi hikmah tersendiri. Sebagai contohnya saja waktu subuh, subuh adalah saat sebelum fajar menyingsing, dengan mengerjakan shalat subuh seorang muslim akan disiplin untuk bangun lebih awal sehingga bisa mempersiapkan diri mencari rezeki Allah pada hari itu. Waktu subuh juga membawa kesegaran dan semangat baru karena merupakan waktu pergantian antara malam dan siang.
Selain itu, shalat sunnah tahajjud juga yang dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir bila dilaksanakan secara kontinu dan ikhlas maka dapat membantu menghilangkan stress dan kanker. Menuru penelitian Prof. Dr. Muhammad Soleh dalam desertasinya yang berjudul “Pengaruh Shalat Tahajud terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Neuroimunologi” Secara medis, shalat tahajud mampu menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imunologi) khususnya pada imunoglobin M, G, A, dan limfositnya yang berupa persepsi serta motivasi positif. Selain itu, juga dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi. Selain itu juga orang-orang yang mengerjakan shalat tahajjud akan mendapat bonus yang lebih besar, yakni pahala dan ijabah atas doa-doa yang dihaturkannya.
            Setelah semua uraian ini, ternyata hikmah yang diberikan dalam perintah shalat ini sangat menakjubkan. Shalat, apabila dilakukan dengan khusyu dan benar dapat memberikan efek penyembuhan dan pencegahan terhadap berbagai jenis penyakit. Maha Suci Allah, tidak ada yang mengetahui kebutuhan hamba-Nya selain Ia. Jadi, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa perintah shalat ini ditujukan spesial untuk kita dengan cara yang spesial pula, maka hendaknya kita terus menjaga dan mengutamakannya. Seperti layaknya jika kita diberi hadiah, ibaratkan saja Presiden secara khusus dalam jamuan istimewa mengundang kita dan memberikan sebuah rumah mewah kepada kita, tentu saja secara logika pastilah kita akan selalu menjaga rumah itu, apalagi diberikan langsung oleh seorang presiden. Begitu juga dengan shalat, selain mendapat pahala kita juga akan memperolah manfaat kesehatan, oleh karenanya sebagai seorang muslim kita haruslah menjaga shalat, karena Allah berfirman akan celaka bagi orang-orang yang melalaikan shalat. Wallahu ‘alam bisshawab.

Ini sebenernya tugas esai untuk mentoring minggu kemaren, baru tau arti penting gerakan2 shalat dari tugas ini, jadi rasanya perlu di share juga.. ^^

0 komentar:

Posting Komentar

 
;