Jumat, 23 Agustus 2013

Cicak-cicak di Dinding




Ada hikmah dibalik setiap peristiwa, bahkan tetesan air diatas batu pun bisa jadi pelajaran bagi yang bisa menafsirkannya..

♪ Cicak-cicak di dinding..
Diam-diam merayap..
Datang seekor nyamuk..
Hap!! lalu ditangkap..
~
(´o`)♪

Anak-anak memang suka menyanyikan lagu ini, terutama dibagian “Hap!!..” heheh
Tapi pernahkah kita bertanya, apa yang begitu spesial dari si cicak?

Apa yang bisa dilakukan cicak ini?
’ ya cuma bisa merayap ‘
Terus makanannya apa?
’ nyamuk dong, kan sudah jelas ‘
Nyamuk itu hidupnya dimana?
’ dimana-mana yang jelas terbang kesana-kemari ‘
Nah kalo kita jadi cicak mungkin kita sudah marah2,
Ya Allah, aku ini cuma bisa merayap, sedangkan makananku terbang cepat kesana-kemari..
apa Engkau tidak salah desain ya Allah?…

Tapi tidak, coba lihat lagunya,
yang datang siapa? “nyamuk..”
betul, makanannya sendiri yang datang menghampirinya, si cicak cuma perlu sedikit mengendap-endap. kemudian rezekinya tinggal di-hap deh..
Walaupun nyamuk terbang kesana kemari, tapi belum pernah saya temukan seekor cicak yang mati kelaparan karena tidak bisa menangkap nyamuk.

Jadi, sejauh apa pun kelihatannya rezeki kita, bukannya tidak mungkin kita untuk mendapatkannya.. tugas kita cuma “diam-diam merayap”, berusaha, urusan akhirnya biar Allah yang putuskan. 
Rezeki setiap manusia sudah di pos nya masing-masing, harta, jodoh, ilmu, tinggal disinkronkan dengan usahanya..
:)


*Ibroh dari Talkshow Ust.Salim A Fillah @ Masjid Al-Aqobah, Palembang.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;