Rabu, 01 Januari 2014 0 komentar

Tahun baru Masehi, tahun baru siapa

Kembang api, terompet, sate, jagung bakar, semuanya identik dengan .. Perayaan tahun baru !!

Namun hanya sekedar mengingatkan, sebenarnya perayaan tersebut esensi nya apa dan bagaimana sejarahnya..
Ok simak baik-baik yg satu ini ;)

Sejarah Tahun Baru Masehi
Tahun Baru pertama kali dirayakan pada
tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah
Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar
Roma, ia memutuskan untuk mengganti
penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad 7 SM. Dalam
mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang
menyarankan agar penanggalan baru itu
dibuat dengan mengikuti revolusi
matahari, sebagaimana yang dilakukan
orang-orang Mesir.

Satu tahun dalam penanggalan baru itu
dihitung sebanyak 365 seperempat hari
dan Caesar menambahkan 67 hari pada
tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga
memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa
menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini.
Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

Perayaan Tahun Baru
Saat ini, tahun baru 1 Januari telah dijadikan sebagai salah satu hari suci
umat Kristen. Namun kenyataannya,
tahun baru sudah lama menjadi tradisi
sekuler yang menjadikannya sebagai hari
libur umum nasional untuk semua warga
Dunia.

Pada mulanya perayaan ini dirayakan baik
oleh orang Yahudi yang dihitung sejak
bulan baru pada akhir September.
Selanjutnya menurut kalender Julianus,
tahun Romawi dimulai pada bulan Januari. Paus Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia
merayakannya pada tanggal tersebut.

Perayaan Tahun Baru Zaman Dulu
Seperti kita ketahu, tradisi perayaan
tahun baru di beberapa negara terkait
dengan ritual keagamaan atau kepercayaan mereka—yang tentu saja
sangat bertentangan dengan Islam.
Contohnya di Brazil. Pada tengah malam
setiap tanggal 1 Januari, orang-orang
Brazil berbondong-bondong menuju pantai dengan pakaian putih bersih. Mereka menaburkan bunga di laut, mengubur mangga, pepaya dan semangka di pasir pantai sebagai tanda penghormatan terhadap sang dewa Lemanja—Dewa laut yang terkenal dalam legenda negara Brazil.

Seperti halnya di Brazil, orang Romawi
kuno pun saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci untuk
merayakan pergantian tahun. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan.

Menurut sejarah, bulan Januari diambil
dari nama dewa bermuka dua ini (satu
muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang).
Sedangkan menurut kepercayaan orang
Jerman, jika mereka makan sisa hidangan pesta perayaan New Year's Eve di tanggal 1 Januari, mereka percaya tidak akan kekurangan pangan selama setahun penuh. Bagi orang kristen yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa, tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi.

Kebanyakan perayaan dilakukan malam
sebelum tahun baru, pada tanggal 31
Desember, di mana orang-orang pergi ke
pesta atau menonton program televisi
dari Times Square di jantung kota New
York, di mana banyak orang berkumpul.
Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan dan orang-orang menerikkan "Selamat Tahun Baru" dan menyanyikan Auld Lang Syne.Di negara-negara lain, termasuk Indonesia? Sama saja

Bagi kita, orang Islam, merayakan tahun
baru Masehi, tentu saja akan semakin
ikut andil dalam menghapus jejak-jejak
sejarah Islam yang hebat. Sementara
beberapa bulan yang lalu, kita semua
sudah melewati tahun baru Muharram,
dengan sepi tanpa gemuruh apapun. (sa/
berbagaisumber)

knp tahun baru Hijriah tdk semeriah
tahun baru Masehi ??
Padahal tahun baru Hijriah merupakan momen yang sangat penting dalam sejarah Islam, yakni dimulainya peristiwa hijrah Rasulullah ke madinah.

Kebanyakan kita hanya ikut-ikutan saja dalam menyikapi berbagai hal. Selain masalah dalam asal-muasal perayaan tahun baru, yang jadi masalah juga konten perayaannya sendiri. Umumnya ya diisi dengan hura-hura, bahkan jadi ajang kumpul2 remaja laki-laki dan perempuan yang bercampur baur...

Semoga Allah SWT melindungi kita dari khilaf dan salah..
Wallahu a'lam bishawab.

http://eramuslim.com/berita/tahukah-
anda/tahun-baru-masehi-sejarah-kelam-
penghapusan-islam.htm

 
;