Malam yang begitu sejuk, langit terhampar luas bertabur
bintang-bintang, mereka begitu gemerlap seperti ribuan pasang mata yang
berkedap-kedip memandang bumi dengan malu-malu. Kutengadahkan kepala, kuhirup
aroma udara yang begitu sejuk, meski tak sesejuk aroma malam pada malam itu..
Malam itu..
Tengah malam sudah lewat, tapi subuh masih belum sampai.
Seorang anak kecil yang tengah bergelut dengan mimpinya terbangun karena ada
seseorang yang mengguncang tubuhnya, kemudian memberi isyarat padanya untuk
segera bangkit. Dengan langkah gontai diikutinya arah jalan laki-laki tadi.
Setelah berada diluar rumah, digandengnya tangan si anak kecil untuk meyakinkan
agar ia tidak terlepas.
Tibalah mereka berdua di tempat yang cukup lapang, dilepaskannya
genggamannya dan menyuruh si anak kecil untuk menghirup udara subuh yang begitu
segar. Anak kecil itu masih tak mengerti untuk apa semua ini, tapi kemudian
lelaki tadi menunjuk ke arah langit, anak itu mengikutinya menengadah ke atas. Kemudian
matanya berbinar takjub menyaksikan apa yang dilihatnya. Ribuan permata indah
berkedap-kedip diatas sana
menghiasi malam yang pekat. Ia berputar-putar memandangi langit dari ujung ke
ujung, dan sejauh mata memandang bintang-bintang itu bertebaran bagaikan pasir
yang bersinar, tak ada awan yang menutupinya.
Laki-laki itu kemudian melanjutkan…
“Lihat, yang terang disana itu, warnanya agak kekuningan,
itu adalah planet Mars..”
Laki-laki itu menunjuk salah satu benda terang di langit.
“Oh, bagus sekali.. tapi kok tidak berkedip?” Tanya anak
itu.
“Oh jelas, Mars itu kan
sebuah planet, ia tidak seperti bintang yang ada disekitarnya itu..” Jawab
laki-laki itu
“Hmm, terus kenapa bintang bisa berkedip?”
“Itu karena bintang beda dengan planet, bintang bisa
mengeluarkan cahaya sendiri, tapi karena jaraknya jauh sekali dari kita, waktu
cahayanya sampai ke bumi banyak penghalang, jadilah ia berkedip-kedip..” Jelas
laki-laki tadi
“ooh…” anak itu membulatkan mulutnya membentuk huruf “o”.
“ Nah kalau yang paling terang diatas itu namanya Jupiter..”
“ooh planet Jupiter ya..”
“iya, tahu tentang Planet Jupiter?”
“Iya dong, planet yang paling besar itu kan ?..”
“Benar, anak pinter..”
“Pa, kalo yang diujung bawah itu bintang apa?”
“oh, yang itu biasanya disebut bintang kejora, tapi
sebenarnya itu planet venus.. letaknya dekat dengan Matahari..”
“ooh..”...
Percakapan
ayah dan anak itu terus berlanjut hingga fajar menyingsing, sang Ayah telah
mengajarkan banyak hal pagi ini.Mengajarkannya tentang alam dan tentang ciptaan
Allah yang begitu luas. Serta untuk senantiasa bersyukur atas alam yang begitu
seimbang ini, ada malam dan ada siang, ada matahari dan ada bintang.. semuanya
tersusun sebagai satu sistem yang tak bisa bipisahkan.
Kemudian
untuk hari-hari selanjutnya sang anak kecil selalu bersiap menanti kunjungan
fajar itu, senang sekali rasanya bergandengan tangan sambil menghirup udara
pagi, walaupun hanya untuk sekedar jalan-jalan di sekitar halaman atau duduk-duduk
teras rumah sambil memandangi bintang. :')
Terima
kasih Ya Allah telah menganugerahkan kenangan yang begitu indah, malam ini
kembali kutatap langit, bintang-bintang masih berkelap-kelip seperti tak ada
yang berubah, ia selalu berjalan beriring sesuai dengan ketetapan-Mu, namun
disini aku memandangnya sendiri..
Ya Allah
begitu besar kuasa-Mu,
Ya Allah kumohon jagalah Ia
disana.. terangilah jalannya seperti terangnya bintang, ampunilah dosanya dan
terimalah segala amalnya, terimalah ia sebagai hamba yang bersih di sisi-Mu,
sesungguhnya Ia adalah ayah yang hebat, ia telah mengajariku banyak hal, Ia
telah menunaikan tugasnya sebagai ayah yang baik.. Kemudian, izinkanlah hamba menjadi anak yang shalihah yang
bisa menyelamatkannya kelak.. Aamiin
...
Today is your birthday dad.. but you’re not here.. all I can
do is just praying, I hope Allah will gather us in His Jannah.. aamiin
I’m sorry, I can’t be the best for you right now, but I’m
trying...



0 komentar:
Posting Komentar