Sabtu, 24 Desember 2011

Bintang fajar itu..

Malam yang begitu sejuk, langit terhampar luas bertabur bintang-bintang, mereka begitu gemerlap seperti ribuan pasang mata yang berkedap-kedip memandang bumi dengan malu-malu. Kutengadahkan kepala, kuhirup aroma udara yang begitu sejuk, meski tak sesejuk aroma malam pada malam itu..

Malam itu..
Tengah malam sudah lewat, tapi subuh masih belum sampai. Seorang anak kecil yang tengah bergelut dengan mimpinya terbangun karena ada seseorang yang mengguncang tubuhnya, kemudian memberi isyarat padanya untuk segera bangkit. Dengan langkah gontai diikutinya arah jalan laki-laki tadi. Setelah berada diluar rumah, digandengnya tangan si anak kecil untuk meyakinkan agar ia tidak terlepas. 

Tibalah mereka berdua di tempat yang cukup lapang, dilepaskannya genggamannya dan menyuruh si anak kecil untuk menghirup udara subuh yang begitu segar. Anak kecil itu masih tak mengerti untuk apa semua ini, tapi kemudian lelaki tadi menunjuk ke arah langit, anak itu mengikutinya menengadah ke atas. Kemudian matanya berbinar takjub menyaksikan apa yang dilihatnya. Ribuan permata indah berkedap-kedip diatas sana menghiasi malam yang pekat. Ia berputar-putar memandangi langit dari ujung ke ujung, dan sejauh mata memandang bintang-bintang itu bertebaran bagaikan pasir yang bersinar, tak ada awan yang menutupinya.

Laki-laki itu kemudian melanjutkan…
“Lihat, yang terang disana itu, warnanya agak kekuningan, itu adalah planet Mars..”
Laki-laki itu menunjuk salah satu benda terang di langit.

“Oh, bagus sekali.. tapi kok tidak berkedip?” Tanya anak itu.

“Oh jelas, Mars itu kan sebuah planet, ia tidak seperti bintang yang ada disekitarnya itu..” Jawab laki-laki itu

“Hmm, terus kenapa bintang bisa berkedip?”

“Itu karena bintang beda dengan planet, bintang bisa mengeluarkan cahaya sendiri, tapi karena jaraknya jauh sekali dari kita, waktu cahayanya sampai ke bumi banyak penghalang, jadilah ia berkedip-kedip..” Jelas laki-laki tadi

“ooh…” anak itu membulatkan mulutnya membentuk huruf “o”.

“ Nah kalau yang paling terang diatas itu namanya Jupiter..”

“ooh planet Jupiter ya..”

“iya, tahu tentang Planet Jupiter?”

“Iya dong, planet yang paling besar itu kan?..”

“Benar, anak pinter..”

“Pa, kalo yang diujung bawah itu bintang apa?”

“oh, yang itu biasanya disebut bintang kejora, tapi sebenarnya itu planet venus.. letaknya dekat dengan Matahari..”

“ooh..”...

Percakapan ayah dan anak itu terus berlanjut hingga fajar menyingsing, sang Ayah telah mengajarkan banyak hal pagi ini.Mengajarkannya tentang alam dan tentang ciptaan Allah yang begitu luas. Serta untuk senantiasa bersyukur atas alam yang begitu seimbang ini, ada malam dan ada siang, ada matahari dan ada bintang.. semuanya tersusun sebagai satu sistem yang tak bisa bipisahkan.
            
Kemudian untuk hari-hari selanjutnya sang anak kecil selalu bersiap menanti kunjungan fajar itu, senang sekali rasanya bergandengan tangan sambil menghirup udara pagi, walaupun hanya untuk sekedar jalan-jalan di sekitar halaman atau duduk-duduk teras rumah sambil memandangi bintang. :')

Terima kasih Ya Allah telah menganugerahkan kenangan yang begitu indah, malam ini kembali kutatap langit, bintang-bintang masih berkelap-kelip seperti tak ada yang berubah, ia selalu berjalan beriring sesuai dengan ketetapan-Mu, namun disini aku memandangnya sendiri..

Ya Allah begitu besar kuasa-Mu,
Ya Allah kumohon jagalah Ia disana.. terangilah jalannya seperti terangnya bintang, ampunilah dosanya dan terimalah segala amalnya, terimalah ia sebagai hamba yang bersih di sisi-Mu, sesungguhnya Ia adalah ayah yang hebat, ia telah mengajariku banyak hal, Ia telah menunaikan tugasnya sebagai ayah yang baik.. Kemudian, izinkanlah hamba menjadi anak yang shalihah yang bisa menyelamatkannya kelak.. Aamiin

...
Today is your birthday dad.. but you’re not here.. all I can do is just praying, I hope Allah will gather us in His Jannah.. aamiin
I’m sorry, I can’t be the best for you right now, but I’m trying...



0 komentar:

Posting Komentar

 
;