Minggu, 29 Juni 2014 0 komentar

Tips Sukses Ramadhan




Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah.. Allah masih berkenan membiarkan nafas ini sampai pada Ramadhan tahun ini. Ada hal-hal yang berubah, ada juga yang tetap pada tempatnya, semoga tidak mengurangi semangatnya.

Bagi ummat muslim tentunya ini bulan yang spesial, begitu banyak persiapan yang dilakukan, misalnya menyetok makanan untuk persediaan karena harga pasti bakal naik, membuat list menu berbuka, memesan tiket jauh-jauh hari untuk mudik, sampai memilih-milih baju lebaran selagi diskon di online shop. Itu semua boleh boleh saja, asalkan sewajarnya dan jangan sampai lupa dengan esensi Ramadhan itu sendiri.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagimu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan pada orang-orang sebelum kamu. Supaya kamu bertakwa” (Al -Baqarah:183)

Ramadhan adalah bulan suci tempatnya kita mendulang pahala, dan di akhir surah diatas dikabarkan secara tersurat bahwa tujuan Ramadhan adalah supaya taqwa hadir dalam diri kita.. maka selayaknya juga persiapan Ramadhan kita termasuk persiapan untuk meningkatkan taqwa, agar sukses Ramadhan kita kali ini. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencapainya, antara lain..


1. Berdoa dengan sepenuh hati dan berbahagia menyambut Ramadhan. Rasulullah sering berdoa dan sudah tidak asing di telinga kita.  
Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.” (HR. Ahmad dan Tabrani)

2. Berniat untuk memperbaiki diri di bulan Ramadhan. Dan niat ini terus dijaga bahkan saat menjalani ibadah di bulan Ramadhan

3. Warming up mulai dari jauh-jauh hari
Seperti halnya seorang atlet, untuk menghindari cedera dan gagal sebelum olimpiade perlu adanya pemanasan. Sama halnya dengan Ramadhan. Fisik, kesehatan, mental dan tidak lupa ibadah mesti dipersiapkan.
Untuk melaksanakan target tarawih setiap hari misalnya.. biasakan qiyamulail di bulan rajab atau syaban yang biasanya 2x seminggu menjadi 4x atau lebih.

Sebagai persiapan menyambut Ramadhan, Rasulullah memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. ‘Aisyah radhiallahu ‘anhu berkata,
وَلَمْ أَرَهُ صَائِمًا مِنْ شَهْرٍ قَطُّ أَكْثَرَ مِنْ صِيَامِهِ مِنْ شَعْبَانَ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً
“Saya sama sekali belum pernah melihat rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dalam satu bulan sebanyak puasa yang beliau lakukan di bulan Sya’ban, di dalamnya beliau berpuasa sebulan penuh.” Dalam riwayat lain, “Beliau berpuasa di bulan Sya’ban, kecuali sedikit hari.” 
 (HR. Muslim)

4. Bagi yang belum sempat membuat persiapan, jangan patah semangat lalu meninggalkan semua ibadah dengan alasan tidak siap. Tetapkan niat di hati dan berdoa, laksanakan sembari mendekatkan diri pada orang-orang shalih.

5. Buat target Ramadhan. Buat list target amal yaumiy atau target lain untuk meningkatkan ibadah kita. Sebagai referensi misalnya, buat target khatam + tadabbur Al-Quran, tarawih, tahajjud, dhuha, sedekah, member takjil bagi orang yang kurang mampu, menambah hafalan surah, membaca buku tertentu, dll.

6. Tulis target Ramadhan tersebut dan tempel di kamar. Sebagai reminder dan berfungsi juga untuk meningkatkan semangat Ramadhan J. Bila perlu tulis target kegiatan per hari mulai dari tanggal 1-30 Ramadhan. Dan beri tanda setiap selesai satu target.

7. Menjaga konsistensi. Lawan rasa malas dengan variasi kegiatan yang bermanfaat, dengarkan nasihat dan saling memberi nasihat. Menjaga target 1x khatam misalnya, dibuat sederhana dengan hitung-hitungan.. 1 juzz = 10 lembar. Maka untuk khatam 1x ada 300 lembar, dibagi dengan jumlah hari di bulan Ramadhan (untuk perempuan bisa dikurangi dengan waktu halangannya, misal 8 hari ), jadi 300 lembar/22 hari = 14 lembar/hari -> jika membaca tiap selesai shalat wajib + dhuha + ketika menunggu waktu berbuka 14/7 = 2 lembar… 1 lembar umumnya selesai dalam 5 menit, maka tinggal luangkan waktu 10 menit tiap waktu-waktu tersebut.. simple kan, tapi jangan lupa tadabburi juga isinya dan perbaiki bacaan Al Quran J

8. Hindari kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat, misal banyak menonton tv, film , musik, novel, terlalu banyak tidur juga tidak baik. Untuk refreshing bisa dengan memasak makanan kesukaan untuk menu takjil, dan jangan lupa dibagi ke tetangga.. sekalian juga bisa mempererat silaturrahim.

9. Jangan berlebihan ketika berbuka. Banyak orang menganggap puasa adalah “the real Hunger Games”.. berlapar-lapar dahulu, makan-makan kemudian. Percaya atau tidak hal ini sangat besar pengaruhnya, terlalu banyak makan ketika berbuka bisa membuat kantuk setelah maghrib, kemudian Isya dan tarawih jadi berat, target baca Al Quran jadi molor, bangun sahur juga susah, mengejar bacaan Quran besoknya sudah jenuh.. biasanya ini awal mula petaka target khatam tidak selesai.

10. Hadiri kajian Ilmu, bisa meningkatkan pemahaman dan menjaga semangat karena biasanya bertemu dengan orang-orang yang juga semangat dalam melaksanakan Ramadhan.

11. Muhasabah diri, dan bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat. Sehingga selepas Ramadhan kita akan menjadi pribadi yang lebih baik dan bersih, itulah makna Idul Fitri sebenarnya, kembali fitrah, suci. Dan tentunya yang seperti itulah yang disebut orang-orang yang menang.

Semoga kita bisa menggapai keberkahan di tiap detik Ramadhan kali ini. Aamiin..
Wallahu a’lam Bishawab.






 
;