Minggu, 10 November 2013 0 komentar

C of Life




Life isn’t just about B to D (birth to die), but between them there is “C”..
What is C? 
C for choice, challenge, chance, & change.
We have to make a choice, to win the challenge, and get the chance, or we never change.

quote from "lingkaran"
:)
Jumat, 23 Agustus 2013 0 komentar

Cicak-cicak di Dinding




Ada hikmah dibalik setiap peristiwa, bahkan tetesan air diatas batu pun bisa jadi pelajaran bagi yang bisa menafsirkannya..

♪ Cicak-cicak di dinding..
Diam-diam merayap..
Datang seekor nyamuk..
Hap!! lalu ditangkap..
~
(´o`)♪

Anak-anak memang suka menyanyikan lagu ini, terutama dibagian “Hap!!..” heheh
Tapi pernahkah kita bertanya, apa yang begitu spesial dari si cicak?

Apa yang bisa dilakukan cicak ini?
’ ya cuma bisa merayap ‘
Terus makanannya apa?
’ nyamuk dong, kan sudah jelas ‘
Nyamuk itu hidupnya dimana?
’ dimana-mana yang jelas terbang kesana-kemari ‘
Nah kalo kita jadi cicak mungkin kita sudah marah2,
Ya Allah, aku ini cuma bisa merayap, sedangkan makananku terbang cepat kesana-kemari..
apa Engkau tidak salah desain ya Allah?…

Tapi tidak, coba lihat lagunya,
yang datang siapa? “nyamuk..”
betul, makanannya sendiri yang datang menghampirinya, si cicak cuma perlu sedikit mengendap-endap. kemudian rezekinya tinggal di-hap deh..
Walaupun nyamuk terbang kesana kemari, tapi belum pernah saya temukan seekor cicak yang mati kelaparan karena tidak bisa menangkap nyamuk.

Jadi, sejauh apa pun kelihatannya rezeki kita, bukannya tidak mungkin kita untuk mendapatkannya.. tugas kita cuma “diam-diam merayap”, berusaha, urusan akhirnya biar Allah yang putuskan. 
Rezeki setiap manusia sudah di pos nya masing-masing, harta, jodoh, ilmu, tinggal disinkronkan dengan usahanya..
:)


*Ibroh dari Talkshow Ust.Salim A Fillah @ Masjid Al-Aqobah, Palembang.

Selasa, 20 Agustus 2013 0 komentar

R4BIA - Stop Egypt Massacre





Tragedi kemanusiaan, pembantaian, serta media yang ditutup-tutupi, sehingga terlihat seperti rakyat sipil dengan aksi damai lah yang bersalah. Hanya Allah-lah sebaik-baik pemberi pertolongan dan pemberi keputusan..

Beberapa hari terakhir di sosial media, banyak orang secara hampir bersamaan mengganti foto avatar mereka dengan ikon 4 jari berlatar kuning. saya juga ketika pertama kali mendapat pesan tentang ikon ini bingung apa maksud 4 jari itu?
4 jari itu menunjukkan salah satu wilayah di Mesir yang menjadi pusat pembantaian yaitu Rabi'ah.
mengapa 4 jari? Kita sebaiknya tahu asal-usulnya daripada hanya ikut-ikutan..


1. Dalam bahasa Arab, Rabi'ah/arba'ah artinya adalah Empat. Rab'ah (angka 4) dijadikan sebagai simbol keteguhan, kekuatan, perlawanan dan persatuan untuk seluruh dunia yang mencintai kebebasan.

2. Simbol 4 jari sebagai simbol untuk mengenang markas demonstran Pro Mursi di Rabi'ah yang telah dihancurkan oleh tentera junta. Simbol 4 jari untuk menunjuk ikon Rabi'ah. 

3. Simbol 4 jari ini telah dilancarkan oleh Perdana Menteri Turki, Recep Tayip Erdogan mulai Sabtu (17 Agustus 2013, kebetulan bertepatan dgn peringatan kemerdekaan RI, sebagai info saja, Mesir adalah negara pertama yang mengakui Kedaulatan RI, sementara negara-negara barat masih bernafsu untuk kembali menguasai Indonesia). Setelah mengecam keras pembantaian yang dilakukan tentera Mesir yang tentara militer.

4. Tujuan avatar simbol #R4BIA dipakai oleh penyokong Mursi di media sosial seperti facebook dan twitter sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap apa yang terjadi di Mesir. Selain untuk menimbulkan kesadaran masyarakat supaya lebih sadar dan mampu melihat kebenaran diantara berita-berita mengenai krisis di Mesir sekarang ini.




Berikut antara isi pidato Erdogan dihadapan demnstran pro Mursi di Turki

1. Mereka yang menggulingkan pemerintah sah di Mesir & telah mengabaikan suara rakyat, kini mulai membantai rakyat mereka sendiri.

2. Ribuan warga Mesir berjalan menuju syahid berhadapan dengan tank para pelaku kudeta militer.

3. Anda dapat melihat di layar tv secara live, seorang rakyat Mesir berdiri di depan tank, tanpa ada batu di tangannya. Tapi dia tetap ditembak.

4. Tidak ada yang membantu pemerintah Mesir saat Mursi berkuasa selama setahun. Baik Barat mahupun negara Teluk Arab.

5. Kini. $16 billion bantuan dikirim segera oleh negara-negara Teluk Arab bagi pemerintah kudeta. Kenapa semunafik itu?

6. Mereka (negara-negara Teluk Arab) yang mengirim bantuan $ 16 billion kepada pemerintah kudeta di Mesir adalah sekutu kudeta.

7. Jumlah para syuhada yang dibantai kelmarin & hari ini (di Ramses Square) sudah 600 jiwa. Mereka menembak di tempat ibadah selama berminggu-minggu.

8. Mereka membunuh 53 saudara Mesir kami saat mereka melakukan solat subuh. Muslim apakah ini?

9. Mereka tanpa belas kasihan membunuh anak-anak, perempuan, dan membakar Rumah Sakit.

10. Saya mengutuk semua serangan (tentara) terhadap masjid dan gereja.

11. Muslim Brotherhood is protecting churches. But those "well-known Gezi media" (Western media) say 30 churches were burned.

12. They also burned our mosques in Syria and Egypt. Bashar or Sisi, they have no difference.

13. Kekejaman di Mesir mungkin juga dilakukan di negara lain, mungkin "mereka" inginkan kekacauan di Turki juga.

14. Sebab mereka tak ingin Turki digdaya di kawasan ini. Saudara-saudaraku, kita akan gagalkan semua rencana itu dengan kesabaran.

15. Mari do'akan Syria & Mesir. 100000 rakyat Syria juga telah dibunuh kejam pemerintah diktator mereka.

sumber: Mesir Kini


Sabtu, 03 Agustus 2013 0 komentar

TV Ketawa

Ramadhan sebentar lagi selesai, dengan kata lain ini sudah masuk 10 hari terakhir.. hari-hari terakhir untuk mengumpulkan pundi-pundi amal yang berlimpah bagi yang bisa melihatnya. Semoga orang-orang beruntung itu termasuk kita. aamiin.. 

Tapi, sayang sekali, miris.. Ramadhan yang seharusnya penuh kesejukan dan kekhusyukan malah banjir dengan siaran televisi yang menurut saya menghilangkan “feel”nya Ramadhan.

Mengajak orang tertawa, apa salah? 
Di Indonesia (mungkin di rumah saya contohnya) kalau menunggu saat berbuka dan sahur itu biasanya menonton televisi, untuk menemani kegiatan ngumpul-ngumpul keluarga dan juga sebagai hiburan. Tapi sayang, sebagian besar tayangan TV dimomen itu cuma hiburan dengan tujuan “yang penting penonton bisa ketawa” tanpa ada hikmah yang bisa diambil, mudharatnya malah banyak.

Bagus memang membuat orang ketawa dan bahagia, tapi yang dipermasalahkan adalah cara mereka membuat orang ketawa, cara yang tidak baik tentu membawa pada yang tidak baik pula.

Apakah dengan mengolok-olok orang lain itu bagus?
Apakah dengan mengumbar aib orang lain itu keren?
Ditambah kontak fisik yang kadang menyakiti.. apa itu lucu?
Lucu yang menganggap itu lucu.

Mungkin kita sudah tahu tayangan sejenis itu, dan kadang juga sempat terlena menikmatinya. Mungkin ini beberapa cuplikan lelucon yang pernah saya dengar..
“Heh lu, gigi lu kayak landasan pesawat terbang..”
“pak saya duduk di bawah.. tapi kasih saya makan ya pak.. (sambil menirukan gaya orang cacat minta2)”

Miris kan, bagaimana bisa orang cacat dijadikan olok-olokkan, mereka seperti itu juga bukan kemauan mereka. Mengolok-olok apa yang ada pada diri manusia juga berarti mengolok-olok Penciptanya.

"Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim."
(QS Al Hujurat [49] :11)

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman...” 
(QS At Taubah [9] : 65-66)



Terkait dengan bercanda.. apakah dalam Islam tidak boleh? Tentu boleh, di saat-saat tertentu kita butuh senda gurau. Rasulullah pun sesungguhnya orang yang humoris. Bercanda nya pun dengan bercandaan yang cerdas.

Abu Hurairah ra pun menceritakan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai, Rasullullah! Apakah engkau juga bersendau gurau bersama kami?”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab dengan sabdanya, “Betul, hanya saja aku selalu berkata benar.” (HR. Imam Ahmad. Sanadnya Shahih)

Adapun contoh bercanda ala Rasulullah adalah ketika Seseorang sahabat mendatangi Rasulullah SAw, dan dia meminta agar Rasulullah SAW membantunya mencari unta untuk memindahkan barang-barangnya. Rasulullah berkata: “Kalau begitu kamu pindahkan barang-barangmu itu ke anak unta di seberang sana”. Sahabat bingung bagaimana mungkin seekor anak unta dapat memikul beban yang berat. “Ya Rasulullah, apakah tidak ada unta dewasa yang sekiranya sanggup memikul barang-barang ku ini?” Rasulullah menjawab, “Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil, yang jelas dia adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir dari ibu selain unta” Sahabat tersenyum dan dia-pun mengerti canda Rasulullah. (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud dan At Tirmidzi. Sanad sahih)

Kemudian pernah seorang perempuan tua bertanya pada Rasulullah: “Ya Utusan Allah, apakah perempuan tua seperti aku layak masuk surga?” Rasulullah menjawab: “Ya Ummi, sesungguhnya di surga tidak ada perempuan tua”. Perempuan itu menangis mengingat nasibnya Kemudian Rasulullah mengutip salah satu firman Allah di surat Al Waaqi’ah ayat 35-37 “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya”. (Riwayat At Tirmidzi, hadits hasan)


Mencampuradukkan yang benar dan yang salah dengan gaya pembenaran 
Ada juga tayangan drama yang mencampuradukkan antara yang benar dan yang salah, (maaf) misalnya nih di pesantren, ada cowok didandani jadi cewek (plus jilbab), kemudian pegangan tangan dengan santriwati lainnya yang juga tahu kalau itu cowok. Dengan sedikit bumbu-bumbu Islami dan dikasih toppingnya gaya pacaran anak muda. Maaf nih, saya lebih menghormati kalau produsernya sekalian membuat drama anak muda saja, jangan dicampur aduk, mentang-mentang memanfaatkan bulan Ramadhan. -_- maaf agak emosi nulisnya. Dan habis nonton scene itu saya langsung pindah channel, gak tau apa yang terjadi berikutnya.


Tentu masih ada tayangan yang baik dan mendidik di luar sana. Namun terkait tayangan yang kita bahas tadi, kita tentu tidak menyukainya, tapi kenapa tanyangan-tayangan itu terus diproduksi?. Jawabannya karena sebagian besar masyarakat kita masih setia menontonnya, ratingnya naik seiring waktu, investor makin gencar menyumbang, dan acara terus dilanjutkan, tahun ke tahun. Jadi yang harus diperbaiki juga kesadaran masyarakat kita, jangan mudah hanyut dalam drama dan tawa yang bisa mematikan hati.

Kita mungkin sudah pernah menonton salah satu diantaranya, saya tidak menghakimi label, channel, ataupun artis yang merasa terlibat di dalamnya. Yang saya soroti cuma sikap kita dalam menyikapinya. Karena apabila kita melihat suatu kemunkaran, ada tiga pilihan kita sebagai orang yang beriman, mengingkarinya dengan tangan (perbuatan, atau kekuasaan), mengingkarinya dengan kata-kata, atau mengingkarinya dengan hati (dan ini selemah-lemahnya iman). Saya hanya mencoba mengingkarinya dengan tulisan (semoga aja bisa hampir mendekati “kata-kata”) heheh.. setidaknya naik satu tingkat daripada cuma dalam hati.

Sekian.

Wallahu a'lam bishawab.

:)
Sabtu, 20 Juli 2013 0 komentar

Susah Bacanya Mbak..

Mungkin keypad/keyboard nya jebol.. jadi huruf yang keluar beda sama yang diketik. Atau ada kucing lewat diatas keyboardnya terus kepencet huruf-huruf yang acak, atau mungkin tiba-tiba ada medan magnet yang super kuat kemudian membelokkan signal data dari gadgetnya ke satelit, sehingga pas ditampilin ke layar lagi jadi buyar tulisannya.. haha (mencoba positivethinking)


Sebenarnya ini masalah lama, fenomena ke-alay-an tulisan ini udah lama merajalela, tapi tetep saja agak gerah liatnya.
misalnya nickname ini ***ol’ntuellasiizchenol xLadieszstupiedz*, (maaf mb mas, jgn terlalu dipaksa bacanya :p), atau sms yang kata “nya" diganti “x" tapi its okay lah mungkin untuk penghematan, secara sekarang kan BBM naik :| Atau nambah2in huruf “ss zs ch llzz" di akhir kata.

Tapi yang paling parah itu kalau kalimat sms misalnya, Assalamu’alaikum jadi “cmeqom", “meqoom" (kalau assw mungkin masih lumrah, krn tidak bermakna ganda wr. wb. juga biasa disingkat, kalau ada kekeliruan tlg diperbaiki).. tapi cmeqom itu tidak ada arti dan terkesan mempermainkan.. ada lagi “assalamualaipiu (red: assalamu- I luv U)" nah lo -___-"
kalimat doa seperti itu jangan sekali-kali dipermainkan..

Sebaiknya kita terhindar dari menzhalimi diri sendiri (capek nulisnya) & menzhalimi org lain (yg baca :p) serta terhindar dari penghinaan2 terhadap kalimat yang baik dan doa seperti itu. aamiin
:)
Senin, 24 Juni 2013 0 komentar

Fate



It is said that after a person is born, they will meet approximately 30000 people before they die. of those the number of people you will meet and work at school is 3000. Of those, you will intimately know 300. Among those encounters, it is said that God has arranged a special one for you. One made from before you were born. However, that bond of fate is invisible to everyone. And yet that unseen person in your destiny is connected to you by a red string on your pinky.


— Atsushi _ Akai Ito Movie
Rabu, 10 April 2013 0 komentar

Mati Lampu dan Dongeng

Yang bener mati lampu atau mati listrik ya?
Soalnya yang mati sebenarnya bukan cuma lampu..

Dirumah kena pemadaman bergilir lagi, tapi kali ini lumayan lama -_-

Kalau gelap gini, jadi inget waktu masih kecil dulu, kalau mati listrik berarti waktunya untuk dongeng :)
Suka diceritain tentang kancil, pak pandir, burung pungguk, yah semacam fabel, kadang juga legenda rakyat ..
Kangen dengan suasana itu..

Ditemani lilin kadang juga lampu minyak, kami kakak beradik duduk manis di lantai dengan seksama dengerin cerita.

Penerangannya remang-remang, sampai-sampai muka orang yang disebelah gak keliatan jelas, untung gak ada yang nambah pas lampu hidup. Heheh

Karena cuma sebatas cerita, kami pun bebas memvisualisasikan nya dalam imajinasi masing-masing..

Salah satu yang masih saya ingat sampai sekarang adalah kisah tentang “Seorang Anak yang Polos” (lupa judul aslinya) :p
Kita namai saja anak ini dengan Bedul
Ini ceritanya lucu


Alkisah ada seorang anak laki laki yang lugu + polos, tapi penurut. Hampir setiap hari Ia berkunjung ke rumah bibi nya untuk sekedar main.
Karena rumah bibinya tidak terlalu jauh, ia tempuh dengan berjalan kaki.

Suatu hari sepulang dari berkunjung ia diberi oleh-oleh berupa susu murni dalam sebuah kendi, karena berat & tidak tahu bagaimana cara membawanya, Bedul menarik kendi tersebut diatas tanah, jadilah susu itu tumpah-tumpah karena jalanan yang berbatu.

Sampai dirumah Ibunya jelas marah, tapi karena anaknya bilang tidak tau cara membawanya, kemudian ibunya cuma berpesan

“Bedul, lain kali kalo dikasih lagi oleh bibi dibawa sambil dipikul di atas kepala“..

Keesokan harinya benar, Bedul diberi oleh2 lagi, tapi kali ini bukan susu melainkan mentega.. Karena ingat pesan ibunya, Ia bawalah mentega itu diatas kepala.

Cuaca siang itu sangat terik, alhasil mentega itu pun meleleh tak bersisa ketika bedul sampai rumah.

Dirumah, ibunya cuma bisa menghela nafas dan berpesan lagi

“Dul, lain kali kalo dikasih lagi, disimpan dalam air saja, supaya tidak meleleh.. “

Hari berikutnya bedul juga diberi oleh-oleh lagi.. Dan kali ini.. Oleh-oleh nya bukan makanan, tapi kucing cantik untuk peliharaan bedul dirumah.
Seketika, bedul ingat pesan Ibunya yaitu “simpan dalam air!..” -.-
Karena Bedul ini penurut, Bedul langsung mengambil waskom dan menyelupkan kucing itu dalam air sambil membawanya pulang.

Sampai dirumah wajah dan tangan bedul sudah penuh dengan cakaran kucing dan kucingnya lari entah kemana..

Ibunya kembali mengelus dada,

“Aduh Dul, kamu ini gimana, kalo dikasih yang begituan ya diiket aja, terus kamu ajak jalan bawa pulang..”

Bedul cuma ngangguk2 kayak mainan anak anjing yang di mobil2 itu :p

Eh bener, besoknya bedul dikasih oleh-oleh lagi (ini bibi nya baik banget ya..)
Dan kali ini dia dikasih makanan, yaitu tahu mentah untuk diolah..
Bisa nebak hasil akhirnya?
Tahu itu belepotan di jalanan karena diikat dan diseret oleh Bedul..

Duuh bedul, bedul...

Akhirnya sang ibu frustasi, dan tidak membolehkan bedul untuk berkunjung lagi kerumah bibinya. Bedul pun tinggal bersama ibunya dan hidup bahagia selamanya..


-The end-


Hehe. Akhir kisahnya rada maksa.

But over all, hikmah dari kisah ini adalah kita memang dituntut untuk tau peraturan dan patuh. Tapi tidak juga dimakan mentah-mentah, lihat dulu situasi dan maksud dari tujuan itu biar gak salah aplikasi.. Dan ingat malu bertanya sesat di jalan.

Kalaupun ada saat-saat dimana mengharuskan kita untuk ‘sekedar’ taat ya kita lihat keputusannya berasal dari siapa, dan kita harus siap.

Kisah ini udah bertahun-tahun lalu diceritakan, tapi baru sekarang ngertinya..

Thanks for the story dad.. ^^
Jumat, 29 Maret 2013 0 komentar

Surat Cinta untuk Ukhti



Ukhti...

Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju
ridho Tuhanmu, mungkinkah besarnya kerudungmu hanya digunakan sebagai fashion
atau gaya jaman sekarang, atau mungkin kerudung besarmu hanya di jadikan alat
perangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang diidamkan.., bahkan bisa jadi
kerudung besarmu hanya akan dijadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa
mendapat gelar akhwat dan dikagumi oleh banyak ikhwan.


Ukhti....

Tertutupnya tubuhmu tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu
bahkan diri antum sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu,
teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan
buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa disadari melalui
ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan
aib teman dekatmu melalui lisan manismu.


Ukhti....

Lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih daripada itu, tapi
akankah kelembutan suara antum sama dengan lembutnya kasihmu pada saudaramu,
pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang
menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu.


Ukhti....

Lembutnya parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju
yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat segerombolan anak-anak
palestina terlihat gigih berjuang dengan berani menaruhkan jiwa dan raga bahkan
nyawa sekalipun dengan tetes darah terakhir, akankah selembut itu hatimu
ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan
orang lain.


Ukhti...

Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah
malam-malammu dilewati dengan rasa rindu menuju Tuhanmu dengan bangun ditengah
malam dan ditemani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud
mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan
terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu diselimuti
dengan tebalnya selimut setan dan di nina-bobokan dengan mimpi-mimpi jorokmu
bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.


Ukhti....

Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa mencerdaskan sesama saudaramu dan
keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya
seperti yang antum dapatkan, ataukah antum tidak peduli sama sekali akan
kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu
saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu
maksiat....!!!


Ukhti....

Cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu
bahkan diri antum sendiri, pernahkah antum menyadari bahwa kecantikan yang antum punya hanya titipan ketika muda, apakah setelah tujuh puluh tahun kedepan antum masih terlihat cantik, jangan-jangan kecantikanmu hanya dijadikan perangkap jahat supaya bisa menaklukan hati ikhwan dengan senyuman-senyuman busukmu.


Ukhti....

Tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan
semangatmu untuk berani menundukkan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang
akan antum hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu
pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu.


Ukhti....

Tajamnya tatapanmu yang menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengan
tajamnya kepekaan dirimu terhadap warga sesamamu yang tertindas di Palestina,
pernahkah antum menangis ketika mujahid-mujahidah kevil tertembak mati, atau
dengan cuek bebek membiarkan begitu saja, pernahkah antum merasakan bagaimana
rasanya berjihad yang dilakukan oleh para mujahid-mujahidah teladan.


Ukhti....

Lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati
saudaramu yang senang bermaksiat, coba antum perhatikan dunia sekelilingmu
masih banyak teman,saudara bahkan keluarga antum sendiri belum merasakan
manisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang antum rasakan, bisa
jadi salah satu dari keluargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi dan
berperilaku binatang yang tak karuan, sanggupkah antum menggetarkan hati-hati
mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa
lezatnya hidup dalam kemuliaan islam.


Ukhti....

Tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang Kholikmu, antum
adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua
penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu
dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan
terobrak-abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul dijaga olehmu,
banyak cara yang harus antum lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling
kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba....??!!


Ukhti....

Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu
bahkan keluargamu sendiri, masihkah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit
yang merugikan seperti riya dan sombong, pernahkah antum membanggakan diri
ketika kesuksesan dakwah telah diraih dan merasa diri paling waaah, merasa diri
paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas diatas rata-rata akhwat yang
lain, sesombong itukah hatimu, lalu dimanakah beningnya hatimu, dan putihnya
cintamu.


Ukhti....

Rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infaqmu ke mesjid atau mushola,
sadarkah antum kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terlihat kosong dan
mengkhawatirkan, tidakkah antum memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun
infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang antum masukan,
maukah antum diberi rizqi sepelit itu.


Ukhti....

Rutinnya halaqahmu tidak menjamin serutin puasa sunah senin-kamis yang antum
laksanakan, kejujuran hati tidak bisa dibohongi, kadang semangat fisik begitu
bergelora untuk dilaksankan tapi, semangat ruhani tanpa disadari turun drastis,
puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin-kamis yang dirasakan
terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati antum, makanan fisik yang
antum pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah
memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi.


Ukhti....

Manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang
sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang antum
lewati, sikap ramahmu pada orang antum temui sangat jarang terlihat, bahkan
selalu dan selalu terlihat cuek dan menyebalkan, kalau itu kenyataanya
bagaimana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang memerlukan
banyak kader, ingat!!! Dakwah tidak memerlukan antum tapi... antumlah yang
memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah.


Ukhti....

Rajinnya shalat malammu tidak menjamin keistiqomahan seperti Rasulullah SAW
sebagai panutanmu.


Ukhti....

Ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang Kholikmu,
masihkah antum senang bermanjaan dengan Tuhanmu dengan shalat dhuhamu, shalat
malammu?


Ukhti....

Dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah nama
harummu disia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah antum ketika sang mujahid
akan segara menghampirimu.


Ukhti....

Masih ingatkah antum terhadap pepatah yang masih terngiang sampai saat ini
bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang
syuhada akan menjemputmu dipelaminan hijaumu.


Ukhti....

Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga
Rabbmu. Maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi
berbanggalah
ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup
sehari-harimu.


Ukhti....

Muhasabah yang antum lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung
kejelekan dan kebusukan kelakuan antum yang dilakukan siang hari, atau bahkan
kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan
sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus dilakukan sebelum tidur, antum
tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah sampai
kapan akhlak busuk mu dilupakan, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai
moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat baik yang hanya akan mendapatkan
ikhwah yang baik.


Ukhti....

Pernahkah antum bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah
yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yang
antum pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang
solehah dan seorang mujahidah, kenapa tidak dari sekarang antum mempersiapkan
diri menjadi seorang mujahidah yang solehah.


Ukhti....

Apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri antum,
seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang
tidak karuan dan hanya akan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa bantu
orang tua, kapan akan menjadi anak yang biruwalidain, kalau memang itu terjadi,
jadi sampai kapan, mulai kapan antum akan mendapat gelar mujahidah atau akhwat
solehah.


Ukhti....

Apakah pandanganmu sudah terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihat
seorang ikhwan dan terlepas dari itu matamu kembali jelalatan layaknya mata
harimau mencari mangsa, atau tundukan pandanganmu hanya menjadi alasan belaka
karena merasa berkerudung besar.


Ukhti....

Hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah
antum menjaga izzah yang antum punya, atau sebaliknya antum bersikap acuh tak
acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang
lain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi disamaratakan antara akhwat
yang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo antum sendiri membuat kebobrokan
akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain.


Ukhti....

Dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan
brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua
orang menginginkan istri yang solehah, siapkah antum sekarang menjadi istri
solehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang.



reblog dari seorang teman yang selalu mengingatkan...


Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian
 itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]


Kamis, 14 Februari 2013 0 komentar

14 Februari? Valentine?



Ada Apa Dengan Valentine's Day?


Pada bulan Februari, kita selalu menyaksikan media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine's Day. Biasanya mereka saling mengucapkan "selamat hari Valentine", berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena anggapan saat itu adalah “hari kasih sayang”. Benarkah demikian?




SEJARAH VALENTINE'S DAY
The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day : “Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine's Day probably came from a combination of all three of those sources--plus the belief that spring is a time for lovers.”

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama –nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (Lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (Lihat: The World Book Encyclopedia 1998).

The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St. Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St. Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (Lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).

Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (Lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).

Lalu bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org) mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik, yang artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta'ala. Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri...

Saudaraku, itulah sejarah Valentine’s Day yang sebenarnya, yang seluruhnya tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada kaitannya dengan “kasih sayang”, lalu kenapa kita masih juga menyambut Hari Valentine? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat? Atau hanya ikut-ikutan semata tanpa tahu asal muasalnya?  

Jadi, sangat disayangkan banyak teman-teman kita -remaja putra-putri Islam- yang terkena penyakit ikut-ikutan mengekor budaya Barat dan acara ritual agama lain. Padahal Allah SWT berfirman yang artinya: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabannya.” (QS. Al-Isra' : 36).


HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE 
Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi’ar dan kebiasaan. Padahal Rasul SAW telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. At-Tirmidzi).

Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir. Adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar. Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Karena berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”  

Abu Waqid RA meriwayatkan: Rasulullah SAW saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah berkata, “Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath.” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, ‘Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.’ Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).  

Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang Valentine’s Day mengatakan : “Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena: PERTAMA: ia merupakan hari raya bid‘ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari‘at Islam. KEDUA: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) – semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.” 

Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala’ dan bara’ (loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu’min dan membenci dan menyelisihi (membedakan diri dengan) orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.

Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka’at shalatnya membaca, “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fatihah : 6-7).

Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela. Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati.

Allah SWT telah berfirman, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Maidah : 51).  

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (QS. Al-Mujadilah : 22).

Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.  

Saudaraku! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan ini adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.  

Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.  

Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami dan lain sebagainya, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.  

Semoga Allah SWT senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. 

Menyampaikan Kebenaran adalah kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah dengan menyampaikan kabar ini kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahuinya.

KASIH SAYANG DALAM ISLAM 
Firman Allah SWT: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan seorang wanita, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sesungguhnya orang mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal." (QS. al-Hujurat :13).

Sebenarnya dalam Islam tidak mengenal Hari Kasih Sayang, kasih sayang dalam Islam terhadap sesama tidak terbatas dengan waktu dan dimanapun, baik untuk keluarga, kerabat, dan sahabat yang semuanya masih dalam koridor-koridor agama Islam itu sendiri. Nabi SAW bersabda : "Tidaklah beriman seseorang diantara kamu, hingga kamu mencintai saudaramu seperti kamu mencintai dirimu sendiri." (HR. Bukhari).  

Islam sangat melarang keras untuk saling membenci dan bermusuhan, tapi sangat menjunjung tinggi arti kasih sayang terhadap umat manusia. Rasulullah SAW bersabda : "Janganlah kamu saling membenci, berdengki-dengkian, saling berpalingan, dan jadilah kamu sebagai hamba Allah yang bersaudara. Juga tidak dibolehkan seorang muslim meninggalkan (tidak bertegur sapa) terhadap sudaranya lebih tiga hari." (HR. Muslim).  

Disini jelas bahwa kita dianjurkan sekali untuk saling menjaga dan menghargai antar sesama sebagai tanda kasih sayang yang mesti dihormati. Hal ini untuk menghindari berbagai keburukan serta dapat mengenal antar sesama untuk memperkuat dan menjaga tali persaudaraan. Dalam hadits Nabi SAW: "Perumpamaan orang-orang Mukmin dalam hal kecintaan, kasih-sayang dan belas kasihan sesama mereka, laksana satu tubuh. Apabila sakit satu anggota dari tubuh tersebut maka akan menjalarlah kesakitan itu pada semua anggota tubuh itu dengan menimbulkan insomnia (tidak bisa tidur) dan demam (panas dingin)." (HR. Muslim).  

Bahkan dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Baihaqi melalui Anas ra. Nabi bersabda : "Tidak akan masuk surga kecuali orang yang penyayang", jadi jelas bahwa yang masuk surga itu hanyalah orang-orang yang mempunyai rasa kasih sayang yang tanpa dibarengi dengan niat-niat jelek.  

Dengan datangnya Valentine's Day dikhawatirkan bagi kaum muda-mudi yang tidak mengerti akan mampu terjerumus dalam hal-hal negatif dengan mentafsirkan kasih sayang di hari yang special ini. Firman Allah SWT: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. al-Israa' : 32), yakni perbuatan yang dilarang oleh agama baik secara terang-terangan maupun yang tersembunyi. Oleh karena itu kita mesti sadar apa arti yang sesungguhnya sebuah kasih sayang.

Selain itu pula dijelaskan dalam perkara mencintai seseorang tidaklah boleh untuk berlebihan yang akan mengakibatkan penyesalan dan sia-sia belaka. Sebagai etika untuk seorang muslim, Rasulullah SAW bersabda : "Cintailah kekasihmu (secara) sedang-sedang saja, siapa tahu disuatu hari dia akan menjadi musuhmu; dan bencilah orang yang engkau benci (secara) biasa-biasa saja, siapa tahu di suatu hari dia akan menjadi kecintaanmu." (HR. Turmidzi).

Dan masih banyak lagi diantara hadits Nabi SAW yang menerangkan tentang kasih sayang yang membawa kebaikan bagi umat manusia. Dengan demikian marilah kita mencontoh budi pekerti Nabi besar Muhammad SAW, yang berdasarkan al-Qur'an dan al-Hadits sebagai jalan untuk kebaikan untuk di dunia dan hari kemudian. 


Dan Lebih jauh lagi, ada yang ingat gak tanggal 14 Februari itu diperingati sebagai hari apa lagi? 
Hari Hijab Internasional ... Jadi daripada sibuk dengan urusan valentine, mari kita ingatkan teman, saudara dan keluarga kita untuk senantiasa menutup aurat dan menjaga pandangan :)
Wallahu alam bishawab :)

Repost
(Reference : Tim Fakta 05 Feb 2004 - Buletin Annur Online - Pekan 1 Zulhijah 1423H) 

 
;